// <![CDATA[STUDI PERHITUNGAN KAPASITAS DAYA GARDU TRAKSI KRL KARENA PENAMBAHAN HEADWAY PADA LINTASAN SERPONG - PARUNGPANJANG]]> 0414085703 - Ir. Nasrun Hariyanto, M.T Dosen Pembimbing 1 0418067501 - Teguh Arfianto, ST., M,T. Dosen Pembimbing 2 Henry Maulana/112005105 Penulis
Dalam rangka memecahkan permasalahan transportasi di wilayah propinsi banten pemerintah melalui direktorat jendral perkeretaapian mempunyai kebijaksanaan untuk mengembangkan sistem Kereta Api Listrik (KRL) menjadi Kereta Komuter Modern (Modern Comuter Train Services) dengan sistem KRL. Rencana tersebut jelas membutuhkan prasaranaprasarana pendukung. Salah satu prasarana tersebut adalah gardu traksi. Fungsi Gardu Traksi ini adalah sebagai pencatu daya listrik DC dengan tingkat kestabilan yang tinggi melalui kawat listrik aliran atas secara tepat, mutlak diperlukan untuk mendukung keadalan seluruh sistem KRL. Perhitungan kapasitas daya gardu traksi dilakukan dengan pendekatan dari besar jarak antara gardu traksi yang bekerja untuk mensuplai KRL, susunan set KRL, headway pemberangkatan KRL, jumlah lintasan (Track), rasio konsumsi energi listrik KRL, dan berat total KRL termasuk penumpang. Dengan menentukan kapasitas beban puncak perjam berdasarkan headway, menentukan kapasitas daya gardu traksi berdasarkan beban arus maksimum, dan menentukan kapasitas daya gardu traksi dengan metoda statistik sehingga dapat diketahui kapasitas daya gardu traksi yang bekerja untuk mensuplai KRl pada lintasan Serpong-Parungpanjang. Berdasarkan hasil perhitungan dan analisis regresi eksponensial kapasitas daya gardu traksi terhadap headway mempunyai hubungan faktor kolerasi yang sangat tinggi sebesar 0,98 pada gardu traksi serpong. Berdasarkan analisa maka efektifitas gardu traksi di lintasan Serpong- Parungpanjang sepanjang 11.289 Km pada headway 11,2 menit, kapasitas daya terbesar pada lintasan terjadi pada gardu traksi Parungpanjang sebesar 8737.07 KVA hal ini disebabkan karena jarak lintasan kearah gardu traksi Cilejit sangat jauh sebesar 7.042 Km.