// <![CDATA[ANALISIS KINERJA FIXED WIRELESS WIMAX 802.16D DAERAH KOPO BANDUNG]]> ZUFLI SETIAJI / 11-2006-024 Dosen Pembimbing 1 Dwi Aryanta, ST., MT.
Broadband Wireless Access adalah Teknologi yg menyediakan akses informasi dimana saja, kapan saja dan dengan biaya rendah untuk melayani populasi pengguna yang besar. Banyak pengguna device elektronik yang menginginkan layanan jaringan wireless untuk mobilitas dan fleksibilitas. WiMAX kepanjangan dari Wireless Interoperability Microwave Access yaitu adalah Perkembangan teknologi nirkabel dengan layanan access data, video dan voice dengan kecepatan tinggi. Serta memiliki jangkauan yang jauh dan dapat untuk kondisi NLOS. Dalam Teknologi WiMAX ini sudah menerapkan teknologi modulasi adaptif yang didapat berpindah modulasinya sehingga dapat menangani permasalahn NLOS. Modulasi tersebut terdiri dari empat jenis yang mampu berpindah dari modulasi satu ke modulasi lainnya bergantung pada kualitas kanal. Uji coba dilakukan di 10 lokasi SS yang dilayani oleh satu Base station pada kondisi LOS dan NLOS. Dari uji coba diperoleh data pengukuran di setiap Subscriber Station (SS) lalu dilakukan perhitungan secara teori. Perhitungan ini diperoleh dengan memperhatikan parameter-parameter sinyal antara lain RSL (Received Signal Level) perangkat penerima dari sinyal yang dikirimkan, jenis modulasi yang digunakan serta Bit Error Rate nya, perbandingan antara level sinyal dengan level derau (SNR), hubungan antara Throughput vs SNR, serta terrain. Data diperoleh secara pengukuran dilakukan dengan bekerja sama dengan pihak RisTI Lab Wireless Access dan pihak TRG sebagai vendor. Dari hasil pengujian dan pengukuran dapat di analisis bahwa Informasi kualitas kanal ditunjukan oleh nilai SNR (signal to Noise Ratio) yang berpengaruh terhadap jenis modulasi yang digunakan. SNR dipengaruhi oleh nilai Received Signal level yang memenuhi kebutuhan threshold, dan memiliki throughput yang baik. Dari hasil pengujian ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi pengimplementasian dan pengembangan WiMAX sehingga dapat diterapkan di Indonesia