// <![CDATA[STUDI PERBANDINGAN UNTUK ESTIMASI PENENTUAN AVAILABILITY PADA LINK BACKHAUL WAIKLIBANG KE PEPAKELU WITIHAMA DENGAN METODE VIGANTS BARNETT DAN ITU-R P.530 7/8]]> AHMAD FIRDAUS / 11-2006-078 Dosen Pembimbing 1 Poernomo Trisapto, Ir.
Kinerja atau performansi dari suatu link sistem komunikasi radio merupakan faktor yang penting untuk diperhatikan, apalagi untuk suatu sistem radiolink yang membawa kapasitas data link yang besar (high capacity) yang dikenal dengan jaringan backhaul. Radiolink backhaul ini berperan sebagai jalur utama untuk mensupply kebutuhan kapasitas dari suatu jaringan komunikasi lain (misalnya jaringan GSM atau Wimax). Karena peran yang vital tersebut kehandalan transmisi (reliability) jaringan backhaul ini yang diukur dari kesiapan operasi sistem (availability) harus diperhitungkan dengan tingkat akurasi yang tepat. Mengingat link tersebut harus bekerja pada kondisi iklim dan atmosfer bumi yang bervariasi sepanjang tahun, ataupun kemungkinan terjadinya fading yang dapat menurunkan performansi link tersebut. Kesiapan operasi sistem (availability) yang diartikan sebagai kemampuan sistem untuk memberikan pelayanan sesuai dengan standar yang diinginkan pada setiap waktu umumnya berada pada kisaran 99 % sampai dengan 99,999 % waktu. Estimasi untuk menentukan besarnya availability dari suatu link komunikasi radio, umumnya yang paling sering dipergunakan dalam perencanaan dan optimasi suatu link gelombang radio adalah metode estimasi Vigants Barnett dan ITU-R P.530-7/8. Dari hasil perbandingan kedua metoda estimasi penentuan availability untuk link backhaul antara site Waiklibang dan Pepakelu Witihama di daerah Nusa Tenggara Timur, diperoleh nilai availability, unavailability dan outage time pada kondisi bulan terburuk (worst month) dan kondisi per tahun (annual). Hasil yang diperoleh dari perhitungan dan simulasi mengunakan tools perencanaan radiolink Pathloss 5.0, menunjukkan nilai yang relatif seragam. Dengan melihat kondisi annual availability, maka diperoleh nilai availability yang lebih baik pada metoda estimasi ITU-R P.530 7/8 untuk skema modulasi BPSK 1/2, dengan nilai 99,99766899 % pada perhitungan dan 99,99755 % pada simulasi. Sehingga dapat ditentukan metode ITU-R P.530 7/8 cocok untuk diimplementasikan pada link Waiklibang ke Pepakelu Witihama dibandingkan dengan metoda Vigants Barnett.