// <![CDATA[PERANCANGAN DAN APLIKASI PEMBANGKIT LISTRIK HYBRID ENERGI SURYA DAN ENERGI BIOGAS DI KAMPUNG HAUR GEMBONG KABUPATEN SUMEDANG]]> Arif Febrian / 11-2004-155 Dosen Pembimbing 1 Ir. Nasrun Hariyanto,M.T Siti Saodah, MT
Kebutuhan energi listrik yang semakin bertambah setiap tahunnya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi penambahan pembangunan pembangkit listrik yang berbahan bakar fosil. Ketersedian bahan bakar fosil tersebut terbatas sehingga semakin lama semakin habis, jadi diperlukan pembangkit energi listrik bahan bakar alternatif. Salah satu pilihan energi alternatif yang mungkin dikembangkan di Negara ini adalah Pembangkit Listrik Tenaga Surya dan Pembangkit Listrik Tenaga Biogas. Hal ini mengingat karena Negara Indonesia terletak di daerah khatulistiwa dimana matahari bersinar sepanjang tahun. Sinar matahari ini dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan listrik melalui photovoltaic cells atau solar sel, dan biogas yang dihasilkan oleh kotoran sapi dan sampah organik. Biogas dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar genset untuk menghasilkan energi listrik. Dalam tugas akhir ini, penulis melakukan perancangan untuk menentukan kapasitas masing- masing komponen, kapasitas komponen yang dihitung adalah kapasitas panel surya, kapasitas genset biogas, kapasitas charger controller, kapasitas baterai, dan lampu LED. Kemudian melakukan analisis ekonomi untuk menghitung besar investasi yang akan dikeluarkan serta menentukan lama nya waktu pengembalian modal pada perancangan ini dengan menggunakan metoda PP (Payback Periode). Energi listrik yang dihasilkan dari surya panel 50 WP disimpan di dalam batere 48 Ah; 12 V, dan 50 kg kotoran sapi menghasilkan gas metana sebanyak 5 m3 yang dapat menggerakan genset 1 KVA selama 7 jam. Analisis ekonomis, penulis melakukan analisa terhadap penggunaan energi listrik dengan menghitung biaya investasi pembangkit listrik hybrid yang dibayar dalam waktu 45 bulan dan bisa dikatakan sebagai desa mandiri.