// <![CDATA[PERANCANGAN DAN REALISASI ALAT PENGGERAK LOAD BREAK SWITCH (LBS) DENGAN PENGGERAK MOTOR DC PADA JARINGAN DISTRIBUSI 20 KV]]> MUHAMAD ARIF RIFA Dosen Pembimbing 1 Nasrun Hariyanto, S.T., M.T. Syahrial, S.T., M.T.
LBS (load break switch) adalah pemutus tenaga listrik saat berbeban atau saat tidak berbeban. Tetapi untuk sekarang ini pengoperasian LBS masih banyak yang secara manual. Selain itu juga pengoperasian secara manual akan memakan waktu yang cukup lama saat akan melakukan pengoperasian LBS yang disebabkan karena jarak, cuaca, dan SDM (Sumber Daya Manusia). Untuk mengatasi masalah tersebut maka perlu dibuat LBS secara otomatis atau dapat dikendalikan jarak jauh dengan menggunakan PC (Perangkat Computer) atau Hp (Handphone). Alat penggerak LBS ini menggunakan layanan GPRS (General Packed Radio Service) berbasis Mikrokontroler ATmega8535. Alat ini menggunakan motor DC type magnet permanen yang berfungsi sebagai penggerak LBS. Input dari alat ini adalah sebuah data dari GPRS atau juga bisa secara manual tanpa menggunakan mikrokontroler. Pengaturan kerja alat secara keseluruhan menggunakan mikrokontroler ATmega8535. Pada perancangan ini pula ditambahakan fitur deteksi dan pembatas pergerakan motor, pendeteksi dan pembatas ini menggunakan limit switch. Hal tersebut dimaksudkan untuk mengetahui motor bekerja atau tidak sekaligus sebagai memberhentikan motor saat menekan limit switch. Metoda perancangan yang dilakukan adalah dengan membuat rancangan rangkaian kendali terlebih dahulu pada software Psim. Hasil rancangan ini dicetak pada PCB, kemudian tahap selanjutnya adalah merangkai komponennya. Setelah modul pengendalian selesai, maka dibuat alat penggerak LBSnya yaitu seperti pisau LBS, batang pemutar LBS, motor DC, pegas, gear, baterai, dan Box panel komponen. Komponen-komponen tersebut dipasang pada satu tiang alat LBS. Sedangkan Handphone, Modem, dan PC di pasang di Unit kendali LBS di PLN. Dari hasil pengujian yang dilakukan didapatkan secara garis besar sesuai dengan yang direncanakan. LBS dapat bekerja dikecepatan 0,18 detik saat membuka LBS dan 0,16 detik saat menutup LBS. Jadi LBS ini dapat mengurangi terjadinya busur api karena kecepatan LBS yang sangat cepat. Saat beroperasi drop tegangan rata-rata 19 volt. Semakin kecil drop tegangan maka arus semakin besar.