// <![CDATA[IMPLEMENTASI MODEL FOREST CANOPY DENSITY ( FCD ) UNTUK IDENTIFIKASI HUTAN PRIMER MENGGUNAKAN CITRA LANDSAT - ETM. ( STUDI KASUS :]]> Ni Made Rai Ratih C.P., S.T., M.Si. Dosen Pembimbing 2 Dr. Ketut Wikantika, Ir, M.Eng Dosen Pembimbing 1 HENDRA GUSMAN / 23.2002.003 Penulis
Hutan merupakan sumber daya alam yang sebenarnya dapat diperbaharui, tetapi pesatnya deforestasi dan degradasi hutan menyebabkan cakupan areal hutan setiap tahun selalu mengalami perubahan termasuk cakupan hutan primer. Untuk mendeteksi perubahan cakupan hutan primer perlu dilakukan monitoring dan identifikasi. Untuk keperluan tersebut dapat menggunakan teknologi penginderaan jauh berupa Model Forest Canopy Density (FCD). Pada penelitian ini, citra satelit Landsat-ETM digunakan sebagai data utama untuk identifikasi hutan primer. Proses ekstraksi informasi menggunakan model Forest Canopy Density (FCD) Rikimaru. Selanjutnya diklasifikasi secara tidak terbimbing antara Model FCD dan citra Landsat-ETM RGB 321 (true colour) untuk membandingkan hasil luas area Hutan Lahan Kering Primer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan luas Hutan Lahan Kering Primer Kab.Sambas berdasarkan hasil klasifikasi citra Kab.Sambas RGB 321 (true colour) dan hasil klasifikasi Model FCD adalah 52.909,150 ha. Pada hasil klasifikasi Model Forest Canopy Density (FCD) luas Hutan Lahan Kering Primer Kab.Sambas hanya 18 %, dari luas keseluruhan wilayah Kab.Sambas sebesar 45.537,170 ha.