// <![CDATA[ANALISIS LAHAN KRITIS KAWASAN HUTAN LINDUNG MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFI ( SIG )]]> Aprilana, Ir., MT Yudi Novinto, ST SITI SARAH / 23.2003.003 Penulis
Kawasan Hutan Negara dan Perkebunan besar serta lahan milik masyarakat mempunyai fungsi dan peran yang sangat besar untuk kelestarian sumberdaya alam dan lingkungan, saat ini di Jawa Barat fungsi dan peran hutan lindung cenderung terjadi penurunan, hal tersebut sebagai dampak dari luasnya lahan kritis yang terjadi baik lahan hutan negara, lahan perkebunan besar maupun lahan milik masyarakat. Sebagai akibatnya, selain terjadinya penurunan kelestarian sumberdaya alam dan lingkungan, juga pada musim hujan dapat menimbulkan bencana longsor, erosi dan banjir serta pada musim kemarau menimbulkan bencana kekeringan. Dalam rangka memulihkan kondisi lingkungan yang saat ini mengalami penurunan sebagaimana termaksud di atas, maka pada tanggal 12 November 2003 telah dicanangkan dimulainya pelaksanaan Gerakan Rehabilitasi Lahan Kritis (GRLK) secara serempak diseluruh Jawa Barat, serta pada tanggal 21 Januari 2004 telah dicanangkan gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan (GNRHL) secara nasional. Dalam kaitannya untuk perencanaan, penanganan dan pengelolaan terhadap kawasan hutan lindung yang ada di provinsi Jawa Barat, perlu dilakukan pemetaan terhadap luas lahan kritis yang terjadi pada kawasan hutan lindung. Pemetaan terhadap lahan kritis yang terjadi dapat dilakukan dengan memanfaatkan Sistem Informasi Geografik (SIG). dalam skripsi ini akan dilakukan analisis lahan kritis kawasan hutan lindung provinsi Jawa Barat dengan memanfaatkan SIG.