// <![CDATA[PEMODELAN NILAI TANAH PERKOTAAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN GEOSTATISTIKA ( WILAYAH PENELITIAN :]]> SUSI HENDRIAWATY / 23.2004.006 Penulis HARY NUGROHO, Ir., MT Dewi Kania Sari, Ir., MT
Tanah sebagai salah satu faktor sumber daya mempunyai peranan yang bersifat strategis dalam aktivitas kehidupan manusia. Perkembangan pembangunan kota yang semakin pesat dan tingginya laju pertumbuhan penduduk merupakan faktor pendorong meningkatnya kebutuhan tanah di perkotaan. Peningkatan kebutuhan tanah yang tidak diimbangi dengan ketersediaan tanah yang cukup menimbulkan permasalahan tanah perkotaan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut diperlukan informasi nilai tanah perkotaan yang mewakili keadaan sebenarnya di lapangan sehingga dapat dilakukan analisis karakteristik dan distribusi spasial dari nilai tanah tersebut. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk memodelkan nilai tanah perkotaan adalah metode geostatistika. Pada penelitian ini model semivariogram empirik yang digunakan adalah spherical dan exponential. Kedua model ini dibuat dalam model isotropis dan model anisotropis. Untuk model anisotropis dibuat dalam dua arah yaitu utara-selatan dan arah barat-timur. Dari semua model yang digunakan model yang memberikan hasil yang terbaik adalah model anisotropis exponential arah utara-selatan. Ini berdasarkan dari hasil validasi terhadap 50 titik kontrol, model ini menghasilkan nilai RMSEyang terkecil yaitu sebesar Rp. 22.516. Harga tanah tertinggi terdapat di pusat Kota Bandung yaitu di sepanjang Jalan Asia afrika, Jalan Naripan, Jalan ABC dan Jalan Braga. Nilai tanah menurun menjauhi pusat kota dan mengalami pemuncakan kembali di daerah Jalan Ir. H. Juanda, Jalan Merdeka, Jalan Cipaganti, Jalan Cihampelas dan Jalan Setia Budhi.