// <![CDATA[PEMANFAATAN TEKNOLOGI IFSAR ( INTERFEROMETRIC SYNTHETIC APERTURE RADAR ) UNTUK IDENTIFIKASI DAN ANALISIS PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN.]]> HILMAN SETIAWAN / 23.1999.014 Penulis
Pada metode pemetaan penginderaan jauh, khususnya untuk kepentingan identifikasi tutupan lahan, terdapatnya kekurangan pada metode penginderaan jauh sistem pasif yaitu masih terdapatnya liputan awan, seringkali menghambat dalam proses identifikasi. Teknologi IFSAR (metode penginderaan jauh sistem aktif) yang memiliki kelebihan yaitu tidak terdapat liputan awan, menjadi salah satu alternative untuk dapat dimanfaatkan bagi kepentingan identifikasi tutupan lahan di suatu daerah. Penelitian ini menguji coba pemanfaatan teknologi IFSAR untuk mengidentifikasi dan menganalisis perubahan tutupan lahan. Wilayah studi adalah daerah Amurang, Sulawesi Utara. Karena teknologi IFSAR memiliki kekurangan dari segi resolusi spektralnya (hanya memiliki 1 saluran warna), maka pada penelitian ini dilakukan proses fusi antara citra IFSAR (radar) dengan citra Landsat ETM+7 (optis) yang multispektral agar dapat mempermudah dan dapat memberikan informasi yang lebih banyak dalam proses identifikasi dan analisis tutupan lahan di suatu daerah. Sebagai data pembanding digunakan peta rupa bumi Indonesia (RBI, BAKOSURTANAL). Adapun hasil dari penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa penggabungan data tersebut di atas mempermudah dalam proses identifikasi obyek lahan dengan dihasilkannya ciri-ciri kenampakan visual pada setiap obyek lahan yang diteliti. Hasil analisis menunjukkan bahwa perubahan lahan terbesar di daerah Amurang terjadi pada jenis lahan hutan. Kata Kunci: IFSAR, Interpretasi, Tutupan Lahan, Radar, Fusi Citra