// <![CDATA[PENGARUH KERAPATAN DEM PADA PEMBUATAN ORHOFOTO TERHADAP PENGUKURAN LUAS BANGUNAN]]> Bambang Rudianto, Ir., M.T. DIKDIK HIDAYAT / 231998020 Penulis
Dinamika masyarakat yang semakin berkembang menyebabkan pesatnya laju pembangunan sehingga berdampak terhadap perubahan serta penambahan Objek danDinamika masyarakat yang semakin berkembang menyebabkan pesatnya laju pembangunan sehingga berdampak terhadap perubahan serta penambahan Objek dan Subjek Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Hal ini mengharuskan Direktorat Pajak Bumi dan Bangunan melaksanakan kegiatan pendataan Objek dan Subjek Pajak Bumi dan Bangunan secara sistematik dan terprogram. Kegiatan pendataan ini apabila dilakukan dengan pengukuran objek pajak tentunya akan lebih sulit untuk daerah dengan terrain yang bervariasi, seperti pada daerah perkotaan yang padat maupun pemukiman di daerah perbukitan. Salah satu kesulitan tersebut adalah dalam penentuan luas bangunan objek pajak, dimana pengukuran dilakukan pada bangunan dalam jumlah yang banyak dan tidak teratur, maupun bangunan dengan ketinggian terain yang berbeda. Ortofoto dapat dijadikan sebagai solusi terhadap permasalahan penentuan luas bangunan untuk daerah terain yang bervariasi. Pembuatan ortofoto memerlukan model tinggi dijital (digital elevation model/DEM) untuk mentransformasikan proyeksi pusat pada foto udara ke proyeksi ortogonal pada ortofoto dengan kerapatan (dencity) dan akurasi yang baik.DEM yang baik akan menghasilkan ortofoto yang secara geometrik sesuai dengan lapangan. Penelitian ini menggunakan DEM otomatis untuk mengkaji sejauh mana pengaruh kerapatan DEM pada pembuatan ortofoto terhadap pengukuran luas bangunan untuk keperluan Pendataan Objek Pajak. Subjek Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Hal ini mengharuskan Direktorat Pajak Bumi dan Bangunan melaksanakan kegiatan pendataan Objek dan Subjek Pajak Bumi dan Bangunan secara sistematik dan terprogram. Kegiatan pendataan ini apabila dilakukan dengan pengukuran objek pajak tentunya akan lebih sulit untuk daerah dengan terrain yang bervariasi, seperti pada daerah perkotaan yang padat maupun pemukiman di daerah perbukitan. Salah satu kesulitan tersebut adalah dalam penentuan luas bangunan objek pajak, dimana pengukuran dilakukan pada bangunan dalam jumlah yang banyak dan tidak teratur, maupun bangunan dengan ketinggian terain yang berbeda. Ortofoto dapat dijadikan sebagai solusi terhadap permasalahan penentuan luas bangunan untuk daerah terain yang bervariasi. Pembuatan ortofoto memerlukan model tinggi dijital (digital elevation model/DEM) untuk mentransformasikan proyeksi pusat pada foto udara ke proyeksi ortogonal pada ortofoto dengan kerapatan (dencity) dan akurasi yang baik.DEM yang baik akan menghasilkan ortofoto yang secara geometrik sesuai dengan lapangan. Penelitian ini menggunakan DEM otomatis untuk mengkaji sejauh mana pengaruh kerapatan DEM pada pembuatan ortofoto terhadap pengukuran luas bangunan untuk keperluan Pendataan Objek Pajak.