// <![CDATA[PEMODELAN EVAPOTRANSPIRASI POTENSIAL PADA SKALA REGIONAL DENGAN MENGGUNAKAN METODE FAO PENMAN MONTEITH (STUDI KASUS:]]> RD. MYCKO NAPOLEON MANGKU CLUNY / 23.2005.004 Penulis Dewi Kania Sari, Ir., M.T. Rika Hernawati, S.T.
Evapotranspirasi potensial referensi (ET0) merupakan salah satu parameter neraca air. Terdapat banyak metode untuk menentukan evapotranspirasi referensi tetapi metode-metode tersebut tidak berorientasi terhadap aspek keruangan, sehingga perlu dilakukan pemodelan untuk mendapatkan evapotranspirasi referensi yang mengikutsertakan aspek keruangan dan berdistribusi spasial. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan evapotranspirasi potensial pada skala regional dengan menggunakan metode FAO Penman Monteith. Penelitian dilakukan pada lahan sawah di wilayah Pantai Utara (Pantura) Provinsi Jawa Barat. Data yang digunakan terdiri dari data cuaca harian pada bulan Mei sampai bulan Oktober 2004, yang meliputi radiasi matahari (Rs24), suhu udara (Tmin, Tmax), kelembaban udara relatif (RHmin, RHmax) dan kecepatan angin (U2). Data cuaca diperoleh dari 9 buah stasiun AWS yang tersebar di wilayah Jawa Barat bagian utara. Pemodelan dilakukan berbasis raster/grid, yang terdiri dari proses: (1). interpolasi spasial data cuaca menggunakan metode IDW (Inverse Distance Weighted). (2). perhitungan evapotranspirasi referensi pada setiap grid. Evapotranspirasi referensi dihitung untuk periode harian, kumultif antardua tanggal, dan musiman. Implementasi pemodelan evapotranspirasi referensi pada lahan sawah di wilayah Pantai Utara Provinsi Jawa Barat memberikan kisaran hasil estimasi evapotranspirasi referensi harian sebesar 0,6 – 4,3 mm/hari dengan deviasi standar ± 0,1 – 0,3 mm/hari dan evapotranspirasi referensi musiman sebesar 456,0 – 596,1 mm/musim dengan deviasi standar ± 27,3 mm/musim.