// <![CDATA[APLIKASI PERANGKAT LUNAK EGM2008 CALCULATOR DALAM PEMBANGUNAN DTM]]> MASTER JIMMY DEKHA SYAPUTRA / 23 2007 005 Penulis Bambang Rudianto, Ir., MT. Dosen Pembimbing 1 Ni Made Rai Ratih C.P.,S.T.,M.Si. Dosen Pembimbing 2
Sebagaimana diketahui bahwasanya peranan data tinggi dalam kegiatan survei dan pemetaan sangat penting, seperti halnya diperlukan dalam kegiatan orthorektifikasi citra satelit skala besar, perhitungan tutupan dan timbunan suatu lahan, pembangunan infrastruktur, dan bidang terkait lainnya. Saat ini umumnya penggunaan sumber tinggi untuk keperluan kegiatan survei dan pemetaan diperoleh dari hasil ekstraksi Peta Rupa Bumi Indonesia (RBI) ataupun yang didapat dari penurunan data Shuttle Radar Topography Mission (SRTM) di mana ketersediaan serta tingkat ketelitian data tersebut sangat terbatas. Salah satu alternatifnya adalah pembangunan sumber tinggi berupa Digital Terrain Model (DTM) menggunakan tinggi normal yang didapat dari hasil pengukuran GPS yang kemudian diberi koreksi berupa nilai undulasi geoid hasil perhitungan perangkat lunak Earth Gravitational Model 2008 (EGM2008). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sampai sejauh mana ketelitian dan kelayakan untuk DTM yang dibangun dan DEM-SRTM. Cara yang digunakan adalah dengan membandingkan beda tinggi titik-titik sampel yang diperoleh dari DTM dan DEM-SRTM terhadap beda tinggi acuan yang diperoleh dari pengukuran sipat datar. Dari penelitian ini ditemukan bahwa ketelitian selisih beda tinggi rata-rata model DTM dan DEMSRTM (0,668 meter dan 0,861 meter) sehingga layak untuk digunakan di mana ditemukan juga bahwa DTM lebih baik 6 cm dibandingkan DEM-SRTM. Kata kunci : Digital Terrain Model (DTM), Tinggi Normal (h), Undulasi (N), Selisih Beda Tinggi.