// <![CDATA[PEMANTAUAN KEKERINGAN AGRIKULTURAL MENGGUNAKAN BEBERAPA INDEKS BERBASIS PENGINDERAAN JAUH SATELIT]]> AGFA FAJAR SHIDIQ/232006016 Penulis 0407096502 - Dr. Dewi Kania Sari, Ir., M.T. Dosen Pembimbing 2
Indonesia yang terletak di wilayah khatulistiwa memiliki iklim yang panas sehingga rentan terhadap bencana kekeringan. Bencana ini dapat terjadi di berbagai wilayah termasuk wilayah pertanian dan mempengaruhi aktivitas pertanian yang disebut dengan kekeringan pertanian (kekeringan agrikultural). Pulau Jawa merupakan salah satu pulau besar di Indonesia dimana sector pertanian masih menjadi sektor andalan. Sebagai wilayah memiliki iklim yang panas, pertanian di Pulau Jawa rentan terhadap kekeringan. Pulau Jawa memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional sehingga kejadian kekeringan pada wilayah ini perlu ditanggapi secara serius dan dibutuhkan studistudi tentang kekeringan dalam mendukung mitigasi bencana kekeringan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pemantaun kekeringan agricultural dengan menggunakan beberapa indeks kekeringan (NMDI, LSWI, NDVI) yang diturunkan dari citra MODIS (Moderate Resolution Imaging Spectoradiometer) berkala. Tujuan lainnya adalah mengkaji distribusi spasio-temporal kekeringan agrikultural di wilayah Pulau Jawa. Pemantuan dan pengkajian kekeringan dengan ketiga indeks tersebut dilakukan dengan membuat tiga klasifikasi kekeringan (kering, normal, dan basah). Hasil pengklasifikasian kondisi kekeringan kemudian divisualisasikan untuk menggambarkan distrubusi spasio-temporal kekeringan di wilayah studi. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan persentase luas kekeringan terbesar terjadi pada bulan September 2005 yaitu 15% dari luas total wilayah studi yang diberikan oleh indeks LSWI.