SISTEM INFORMASI SUMBER DAYA AIR DAS CIPUNAGARA KABUPATEN SUBANG
Secara umum pengelolaan DAS Cipunagara di Kabupaten Subang dihadapkan pada tuntutan industrialisasi. Alam Cipunagara menjadi mesin penyedia dan pendukung banyaknya pembangunan. Sementara kemampuan daya dukung alam DAS Cipunagara sangat terbatas. Di bagian hulu DAS Cipunagara, terdapat kerusakan Sumber Daya Hutan sebagai area konservatif akibat penebangan yang ditandai luasnya lahan kritis sekitar 5000 ha. Dampaknya cukup mengancam ekosistem bagi kelangsungan hidup manusia. Model pengelolaan hutan di hulu masih belum menjawab persoalan dasar kebutuhan masyarakat dan keberlanjutan hutan itu sendiri. Selain itu sumber mata air menjadi berkurang, dampaknya debit air yang mengalir sepanjang Daerah Aliran Sungai tidak mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Baik untuk rumah tangga atau pertanian di hilir. Selain itu di wilayah Daerah Aliran Sungai tersebut sering terjadi longsor, pencemaran sampah dan limbah, serta terjadinya penyempitan dan pendangkalan aliran sungai. Berdasarkan penelitian terebut, maka pada penelitian ini berfokus pada masalah-masalah berikut: pola tutupan lahan di DAS Cipunagara, sarana dan prasarana SDA terhadap tutupanlahan di DAS Cipunagara, luasan daerah rawan banjir terhadap tutupan lahan di DAS Cipunagara, luasan posisi cekungan air tanah terhadap tutupan lahan di DAS Cipunagara, luasan posisi daerah tingkat kondisi lahan terhadap tutupan lahan di DAS Cipunagara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Pola tutupan lahan di DAS Cipunagara antara lain tambak,sawah,kebun campuran,hutan primer,hutan sekunder, ladang tegalan,pemukiman dan perkebunan. Namun yang lebih dominan adalah tutupan lahan sawah dengan besar persentase 13.22778663%. Luasan daerah rawan banjir yang paling dominan yaitu terhadap tutupan lahan sawah sebesar 7,7%. Luasan cekungan air tanah yang paling dominan yaitu terjadi di tutupan lahan sawah sebesar 6,2%. Luasan daerah tingkat kondisi lahan paling dominan yaitu untuk katagori sangat kritis potensi air kurang tersedia yang terjadi di tutupan lahan hutan sekunder sebesar 19,3%. Sarana prasarana di DAS Cipunagara antara lain situ,stasiun curah hujan, stasiun klimatologi, dan stasiun duga air. Namun yang lebih dominan yaitu situ sebanyak 15 buah yang sebagian besar terdapat di tutupan lahan kebun campuran sebanyak 7 buah.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2013).SISTEM INFORMASI SUMBER DAYA AIR DAS CIPUNAGARA KABUPATEN SUBANG ().Teknik Geodesi:FTI
Chicago Style
.SISTEM INFORMASI SUMBER DAYA AIR DAS CIPUNAGARA KABUPATEN SUBANG ().Teknik Geodesi:FTI,2013.Text
MLA Style
.SISTEM INFORMASI SUMBER DAYA AIR DAS CIPUNAGARA KABUPATEN SUBANG ().Teknik Geodesi:FTI,2013.Text
Turabian Style
.SISTEM INFORMASI SUMBER DAYA AIR DAS CIPUNAGARA KABUPATEN SUBANG ().Teknik Geodesi:FTI,2013.Text