// <![CDATA[MEMBANDINGKAN KETELITIAN POSISI HASIL SURVEI GPS MENGGUNAKAN RECEIVER SATU FREKUENSI DAN DUA FREKUENSI]]> Jang Nena Supriatna/232010030 Penulis Bambang Rudianto, Ir., MT. Rinaldy, ST., MT
Secara umum ketelitian posisi yang diperoleh dari suatu survei GPS tergantung pada beberapa faktor, salah satunya adalah jenis receiver yang digunakan. Penelitian ini akan menguji perbandingan ketelitian posisi dari suatu survei GPS menggunakan receiver geodetik HI-TARGET HD8200X satu frekuensi (L1) dan HI-TARGET V30 dua frekuensi (L1+L2) dengan format RINEX di 6 titik dengan sebaran titik-titik berada di wilayah Itenas, Gasibu, Cukang Kawung, Cikutra, Stadion Siliwangi, Antapani dan Jalan Jakarta. Metode pengukuran yang digunakan adalah metode diferensial statik dan akan diujikan beberapa bentuk desain jaring dengan medel koneksitas baseline yang berbeda-beda. Dari hasil yang diperoleh, ketelitian posisi horisontal dengan menggunakan receiver dua frekuensi memiliki peningkatan sebesar dua kali lebih teliti dari receiver satu frekuensi, dengan selisih ketelitian sebagai berikut; koneksitas baseline 2 sebesar 0,112 m, koneksitas baseline 3 sebesar 0,034 m, koneksitas baseline 4 sebesar 0,027 m, dan koneksitas baseline 5 sebesar 0,032 m. Sedangkan untuk ketelitian posisi vertikal dengan menggunakan receiver dua frekuensi memiliki peningkatan sebesar dua kali lebih teliti dari receiver satu frekuensi, dengan selisih ketelitian sebagai berikut; koneksitas baseline 2 sebesar 0,134 m, koneksitas baseline 3 sebesar 0,064 m, koneksitas baseline 4 sebesar 0,037 m, dan koneksitas baseline 5 sebesar 0,047 m.