// <![CDATA[PEMODELAN TIGA DIMENSI (3D) POTENSI LATERIT NIKEL STUDI KASUS :]]> Fiandri Indragunawan Rinawan/232010041 Penulis Hary Nugroho, Ir., M.T. Dosen Pembimbing 1 Romzi Rio Wibawa, S.T Dosen Pembimbing 2
Di dalam melakukan penambangan cadangan laterit nikel, diperlukan estimasi untuk dapat menghitung volume cadangan tersebut mengingat pentingnya perhitungan cadangan dalam menentukan kelangsungan suatu tambang. Penelitian ini bertujuan menghasilkan pemodelan 3D potensi laterit nikel berdasarkan metode estimasi dengan gridding serta blok model dari metode estimasi gridding yang telah ditentukan sehingga didapatkan metode terbaik. Beberapa metode yang digunakan dalam pemodelan 3D terdiri dari metode estimasi langsung dan IDW (Inverse Distance Weighted) yang disertai dengan ukuran grid (5 x 5; 10 x 10; 12,5 x 12,5; 25 x 25)m2 dan blok model dengan ukuran cell (5 x 5 x 1; 6,25 x 6,25 x 1; 12,5 x 12,5 x 1; 25 x 25 x 1)m3. Lokasi kajian dalam penelitian ini adalah daerah Pulau Pakal, Kabupaten Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara. Hasil penelitian menunjukkan metode estimasi terbaik untuk pemodelan 3D adalah model IDW orde 3 dengan gridding 25 x 25 m2 dan pada blok model diperoleh ukuran cell sebesar 12,5 x 12,5 x 1 m3 karena memiliki nilai prosentase ketelitian volume sebesar kurang dari 1%. Kata Kunci : estimasi langsung, IDW (Inverse Distance Weighted), gridding, blok model, laterit nikel