// <![CDATA[ZONASI KERAWANAN BANJIR MENGGUNAKAN METODE PEMBOBOTAN BERBASIS SIG]]> Krisna Yuliana / 232008003 Penulis 0407096502 - Dr. Dewi Kania Sari, Ir., M.T. Dosen Pembimbing 1
Salah satu upaya yang bersifat preventif dalam rangka mitigasi penanggulangan bencana banjir adalah dengan mengidentifikasi daerah-daerah yang tergolong rawan terhadap bencana banjir. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menentukan zonasi tingkat kerawanan banjir di Kawasan Cekungan Bandung sehingga dapat memberikan informasi daerah rawan bencana secara spasial. Pengidentifikasian daerah rawan banjir dapat dilakukan dengan melakukan analisis spasial terhadap parameter-parameter yang berpengaruh terjadinya banjir di suatu daerah. Analisis spasial dilakukan dengan menumpang susunkan parameter-parameter tersebut dan selanjutnya diberikan skor dan bobot pada masing-masing parameter tersebut berdasarkan filosofinya terhadap bencana banjir. Hasil analisis spasial tersebut kemudian dibandingkan dengan data hasil survei lapangan. Penelitian ini menghasilkan sebuah peta zonasi tingkat kerawanan banjir di Kawasan Cekungan Bandung yang di klasifikasikan kedalam 5 (lima) kelas, yaitu tidak rawan banjir, kurang rawan banjir, agak rawan banjir, rawan banjir, dan sangat rawan banjir. Adapun luasan masing-masing klasifikasi tingkat kerawanan bencana banjir di Kawasan Cekungan Bandung adalah tidak rawan banjir seluas 870,15 Ha, kurang rawan banjir seluas 25.070,71 Ha, agak rawan banjir seluas 101.632,19 Ha, rawan banjir seluas 91.047,36 Ha, dan sangat rawan banjir seluas 4.460,43 Ha. Tingkat keakuratan hasil zonasi dalam penelitian ini sebesar 97,14%. Tingkat keakuratan ini merupakan hasil analisis kualitatif perbandingan antara zonasi tingkat kerawanan hasil pembobotan dengan hasil survei lapangan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Sistem zonasi tingkat kerawanan bencana banjir di Kawasan Cekungan Bandung dapat dilakukan melalui analisis spasial dengan cara memberikan skor dan bobot pada setiap parameter pembentuknya berdasarkan filosofi yaitu besarnya pengaruh masingmasing parameter, suatu parameter baik langsung maupun tidak langsung terhadap bencana banjir di suatu daerah.