// <![CDATA[MEMBANDINGKAN HASIL PENGUKURAN BEDA TINGGI DARI HASIL SURVEI GPS DAN SIPAT DATAR]]> Chaerul Anwari / 232009020 Penulis Bambang Rudianto, Ir., MT. Rinaldy, ST., MT
Teknologi GPS diharapkan dapat mengatasi masalah penentuan posisi vertikal titiktitik di permukaan bumi terutama untuk titik-titik yang satu sama lain jaraknya relative jauh dan saling terhalang, namun penentuan tinggi secara terestrial untuk mendapatkan data beda tinggi antar titik saat ini masih menjadi pilihan utama. Penelitian ini bertujuan membandingkan nilai beda tinggi yang diperoleh dari data tinggi hasil pengukuran survei GPS terhadap nilai beda tinggi hasil pengukuran terestrial menggunakan metode sipat datar. Dari hasil pengukuran, diperoleh rata-rata perbedaan beda tinggi GPS dan beda tinggi sipat datar yaitu 0,056 m dan rata-rata ketelitian beda tinggi sipat datar sebesar ± 0,016 m, sementara rata-rata ketelitian beda tinggi GPS sebesar ± 0,029. Hasil pengujian simpangan baku beda tinggi GPS yaitu semua simpangan baku memenuhi toleransi yang ditetapkan, sehingga beda tinggi survei GPS dapat diaplikasikan untuk keperluan titik kontrol foto udara vertikal. Besar kesalahan penutup beda tinggi sipat datar yaitu 0,015 dan besar kesalahan penutup beda tinggi GPS yaitu 0,025, dengan mengikuti ketentuan Jaring Kerangka Kontrol Vertikal (JKKV) menurut Standar Nasional Indonesia, maka kesalahan penutup beda tinggi sipat datar masuk ke dalam orde L3 dengan besar toleransi >12 √ , sedangkan kesalahan penutup beda tinggi GPS masuk ke dalam orde L4 dengan besar toleransi >18 √ . Kata kunci : Posisi vertikal, beda tinggi, survei GPS, sipat datar ,