// <![CDATA[ESTIMASI VOLUME SEDIMENTASI SEBAGIAN WADUK CIRATA BERDASARKAN DATA PENAMPANG KEDALAMAN (SUB BOTTOM PROFILE) HASIL PENGUKURAN MENGGUNAKAN ECHOSOUNDER GARMIN GPS MAP SOUNDER 585]]> HIBBAN HAMKA SIDDIEQ / 232009008 Penulis Bambang Rudianto, Ir., MT. Dosen Pembimbing 1
Sub-Bottom Profile (SBP) pada dasarnya adalah gambaran penampang lapisan tanah lunak di atas permukaan tanah keras yang menjadi dasar perairan sesungguhnya. Cara untuk menentukan SBP adalah dengan melakukan pengukuran kedalaman perairan menggunakan gelombang akustik dengan frekuensi tertentu yang terdapat pada alat ukur kedalaman (echosounder). Pada penelitian ini mengamati selisih perbedaan pemeruman kedalaman dengan dual frekuensi pada alat echosounder sebesar 50 kHz dengan 200 kHz yang dimana dari selisih kedalaman pada profil penampang kedalaman tersebut dianggap sebagai sedimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil perhitungan estimasi volume sedimentasi yang terjadi adalah sebesar 4.081.993.64 m3 dengan luas lokasi penelitian sebesar 160 ha pada wilayah keramba jaring apung Waduk Cirata. Rata rata sedimentasi yang terjadi tiap m2 adalah sebesar 2 m3 dan sedimentasi yang terbesar terletak diwilayah yang memiliki kerapatan yang sangat rapat antar Keramba Jaring Apung (KJA).