// <![CDATA[SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS ASET BIOLOGIS PERKEBUNAN TEH PTPN VIII :]]> AGUNG JATI PRAMONO / 232009026 Penulis Hary Nugroho, Ir., M.T. Dosen Pembimbing 2 0407096502 - Dr. Dewi Kania Sari, Ir., M.T. Dosen Pembimbing 1
Dengan luas area perkebunan yang sangat besar PTPN VIII memerlukan pengawasan dan pengontrolan terhadap aset biologis perkebunan yang meliputi proses pertumbuhan, degenerasi, prokreasi, dan produksi. Menurut IAS 41 (International Accounting Standards) aset biologis didefinisikan sebagai tumbuhan-tumbuhan dan hewan-hewan yang hidup yang dikendalikan atau dikuasai oleh perusahaan sebagai akibat dari kejadian masa lampau. Informasi yang dapat mendeskripsikan kegiatan–kegiatan perkebunan teh dapat membuat pengontrolan dan pemeliharaan perkebunan teh menjadi lebih efektif. Salah satu sistem informasi yang dapat mengoptimalisasi kegiatan tersebut adalah Sistem Informasi Geografis (SIG) Aset Biologis Pekebunan Teh. Proses perancangan SIG Aset Biologis Perkebunan Teh dilakukan dengan mengintegerasikan data spasial dan data atribut yang dibutuhkan untuk kegiatan manajemen dan pengelolaan Aset Biologis Perkebunan Teh. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah Citra Quickbird dengan RS 0,61, DEM Bakosurtanal 1:25.000 dan data atribut mengenai kegiatan perkebunan teh seperti luas blok kebun teh, jumlah pohon teh, produksi panen rata-rata, kebutuhan pupuk dan umur pohon. Pada penelitian ini dihasilkan suatu aplikasi SIG Aset Biologis Perkebunan Teh. Selain itu pada penelitian ini dilakukan perhitungan jumlah pohon teh dengan menggunakan metode yang dikembangkan oleh Nugroho dan Sumarno (2013) dan melakukan uji statistik terhadap metode tersebut dengan hasil bahwa metode perhitungan jumlah pohon tersebut mempunyai validitas yang layak untuk digunakan dalam perhitungan jumlah pohon teh.