// <![CDATA[PENGARUH RADIUS BASE STATION GPS-CORS KE ROVER TERHADAP KETELITIAN TITIK]]> Abdul Havis / 232009011 Penulis Bambang Rudianto, Ir., MT. Redy, ST.
CORS merupakan stasiun permanen yang melakukan pengumpulan, perekaman, dan pengiriman data sehingga memungkinkan para pengguna untuk memanfaatkan data penentuan posisi yang disajikan oleh CORS dalam berbagai keperluan. Untuk mendapatkan akurasi geodetik dalam pengukuran menggunakan GNSS, dibutuhkan minimal dua receiver secara bersamaan menggunakan pengamatan fase. Dari dua receiver tersebut salah satu dijadikan sebagai koordinat referensi (base station) dan receiver yang lain merupakan koordinat yang akan dicari (rover). Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh jarak base station GPS-CORS ke rover terhadap tingkat ketelitian titik menggunakan metode RTK-NTRIP (Real Time Kinematic via Internet Protocol) yang dibandingkan dengan hasil pengukuran menggunakan pita ukur. Dari hasil pengukuran, setelah seleksi data diperoleh selisih jarak titik-titik sampel pada radius 1 km, 3 km, 5 km, dan 7 km rata-rata secara keseluruhan sebesar 0.055 m, sedangkan selisih luas secara keseluruhan adalah sebesar 1.048%. Sebagaimana yang tercantum dalam sepesifikasi teknis Peraturan Menteri Negara Agraria (PMNA) Nomor 3 Tahun 1997 bahwa toleransi pengukuran untuk selisih luas sebesar ≤ 2%, maka selisih luas daerah sampel setelah seleksi data diperoleh 13 sampel yang masuk dalam toleransi pengukuran sedangkan 1 sampel yaitu titik P2 tidak masuk dalam toleransi disebabkan adanya faktor-faktor yang mempengaruhi perambatan data koreksi.