PENGARUH RADIUS BASE STATION GPS-CORS KE ROVER TERHADAP KETELITIAN TITIK
CORS merupakan stasiun permanen yang melakukan pengumpulan, perekaman,
dan pengiriman data sehingga memungkinkan para pengguna untuk
memanfaatkan data penentuan posisi yang disajikan oleh CORS dalam berbagai
keperluan. Untuk mendapatkan akurasi geodetik dalam pengukuran
menggunakan GNSS, dibutuhkan minimal dua receiver secara bersamaan
menggunakan pengamatan fase. Dari dua receiver tersebut salah satu dijadikan
sebagai koordinat referensi (base station) dan receiver yang lain merupakan
koordinat yang akan dicari (rover). Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari
pengaruh jarak base station GPS-CORS ke rover terhadap tingkat ketelitian titik
menggunakan metode RTK-NTRIP (Real Time Kinematic via Internet Protocol)
yang dibandingkan dengan hasil pengukuran menggunakan pita ukur. Dari hasil
pengukuran, setelah seleksi data diperoleh selisih jarak titik-titik sampel pada
radius 1 km, 3 km, 5 km, dan 7 km rata-rata secara keseluruhan sebesar 0.055 m,
sedangkan selisih luas secara keseluruhan adalah sebesar 1.048%. Sebagaimana
yang tercantum dalam sepesifikasi teknis Peraturan Menteri Negara Agraria
(PMNA) Nomor 3 Tahun 1997 bahwa toleransi pengukuran untuk selisih luas
sebesar ≤ 2%, maka selisih luas daerah sampel setelah seleksi data diperoleh 13
sampel yang masuk dalam toleransi pengukuran sedangkan 1 sampel yaitu titik
P2 tidak masuk dalam toleransi disebabkan adanya faktor-faktor yang
mempengaruhi perambatan data koreksi.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2014).PENGARUH RADIUS BASE STATION GPS-CORS KE ROVER TERHADAP KETELITIAN TITIK ().Teknik Geodesi:FTI
Chicago Style
.PENGARUH RADIUS BASE STATION GPS-CORS KE ROVER TERHADAP KETELITIAN TITIK ().Teknik Geodesi:FTI,2014.Text
MLA Style
.PENGARUH RADIUS BASE STATION GPS-CORS KE ROVER TERHADAP KETELITIAN TITIK ().Teknik Geodesi:FTI,2014.Text
Turabian Style
.PENGARUH RADIUS BASE STATION GPS-CORS KE ROVER TERHADAP KETELITIAN TITIK ().Teknik Geodesi:FTI,2014.Text