OPTIMALISASI PENGATURAN INTERVAL PEREKAMAN DATA DAN LAMANYA PENGAMATAN PADA SURVEI GPS
Secara teoritik, pengggunaan interval perekaman data dan lamanya waktu pengamatan akan memperbanyak data yang terekam, sehingga proses perbaikan sinyal yang biasanya dilakukan pada proses perataan baseline akan lebih leluasa. Interval perekaman data yang lebih pendek secara statistik dapat mereduksi kesalahan acak [3]. Pengukuran dilakukan dengan metode diferensial statik menggunakan receiver GPS satu frekuensi dengan bentuk jaring kuadrilateral dimana pengaturan interval dimulai dari 1 detik, 5 detik, 10 detik, dan 15 detik yang lamanya waktu pengamatan dilakukan selama 8 jam. Ketelitian posisi terbaik dihasilkan oleh data pengamatan hasil survei GPS untuk interval perekaman data setiap 5 detik dengan rentang waktu pengamatan dari jam 10 sampai dengan 11 WIB. Ketelitian posisi horisontal dan vertikal yang dihasilkan masing-masing ± 4 mm dan 14 mm. Berdasarkan rekapitulasi data analisis pemotongan rentang waktu baseline per-jam data epoch 5 detik menunjukkan bahwa nilai ketelitian rata-rata posisi horisontal dan posisi vertikal titik masing-masing adalah ± 2 cm dan ± 5 cm. Pada survei GPS, pegamatan dengan interval perekaman data setiap 1 detik dan 15 detik tidak direkomendasi untuk digunakan.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2014).OPTIMALISASI PENGATURAN INTERVAL PEREKAMAN DATA DAN LAMANYA PENGAMATAN PADA SURVEI GPS ().Teknik Geodesi:FTI
Chicago Style
.OPTIMALISASI PENGATURAN INTERVAL PEREKAMAN DATA DAN LAMANYA PENGAMATAN PADA SURVEI GPS ().Teknik Geodesi:FTI,2014.Text
MLA Style
.OPTIMALISASI PENGATURAN INTERVAL PEREKAMAN DATA DAN LAMANYA PENGAMATAN PADA SURVEI GPS ().Teknik Geodesi:FTI,2014.Text
Turabian Style
.OPTIMALISASI PENGATURAN INTERVAL PEREKAMAN DATA DAN LAMANYA PENGAMATAN PADA SURVEI GPS ().Teknik Geodesi:FTI,2014.Text