// <![CDATA[ZONASI KERENTANAN BAHAYA LETUSAN GUNUNG API TANGKUBANPARAHU :]]> Mulya Jatnika Caesar / 232005003 Penulis 0420016601 - Hary Nugroho, Ir., M,T. Dosen Pembimbing 1
Peningkatan aktifitas vulkanik dari Gunung api Tangkubanparahu akhir-akhir ini patut menjadi perhatian untuk pemerintah. Salah satu daerah yang berpotensi terkena dampak baik secara langsung maupun tidak langsung dari letusan Gunung api Tangkubanparahu ini adalah Kabupaten Bandung Barat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kerentanan akibat letusan Gunung api Tangkubanparahu di wilayah Kabupaten Bandung dengan menggunakan metode pembobotan dalam SIG. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis spasial dengan skoring dan pembobotan berbasis SIG dengan menggunakan kawasan rawan bencana gunung api Tangkubaparahu sebagai bobotnya dan kelas tutupan lahan di Kabupaten Bandung Barat sebaga skor parameternya. Hasil dari penelitian ini adalah peta zonasi kerentanan bahaya bencana letusan gunung api Tangkubaparahu berdasarkan luasan tutupan lahan yang terdampak langsung terhadap bencana tersebut. Zonasi tingkat kerentanan bencana gunung api Tangkubanparahu ini dibagi dalam 3 (tiga) kelas, yaitu sangat rentan, cukup rentan, dan kurang rentan. Dari hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa terdapat seluas 1903.77 ha kawasan pemukiman yang harus menjadi perhatian utama karena berpotensi mengakibatkan kerugian jiwa sebesar 76151 jiwa atau sebesar 4.95% dari total penduduk Kabupaten Bandung Barat dengan potensi kerusakan infrastruktur jaringan jalan sepanjang 351.99 km jaringan jalan kabupaten dan provinsi.