// <![CDATA[ANALISIS PENGARUH KEKUATAN SINYAL DAN JANGKAUAN BASE STATION KE ROVER TERHADAP KETELITIAN POSISI HASIL PENGUKURAN GNSS CORS DI KOTA BANDUNG]]> Demar Agung Restu Juniar / 232010031 Penulis Bambang Rudianto, Ir., MT
Continuously Operating Reference Station (CORS) merupakan suatu teknologi penentuan posisi menggunakan satelit berbasis sistem Global Navigation Satellite System (GNSS) yang merupakan stasiun referensi permanen yang melakukan pengumpulan, perekaman, danpengiriman data sehingga memungkinkan para pengguna memanfaatkan data penentuanposisi secara real time. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh kekuatan sinyal dan jangkauan stasiun referensi (base station) CORS ke pengguna (rover) terhadap ketelitian posisi titik menggunakan metode Real Time Kinematic Networked Transport RTCM via Internet Protocol (RTK-NTRIP), studi kasus Kota Bandung. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, bahwa penentuan posisi titik menggunakan GNSS CORS, pengaruh jarak dari base station ke rover sampai dengan radius 13 km tidak memberikan pengaruh yang berarti terhadap ketelitian posisi titik yang dihasilkan. Ketelitian posisi titik hasil pengukuran menggunakan GNSS CORS cenderung dipengaruhi gangguan sinyal yang dapat diterima oleh rover saat melakukan pengukuran.