// <![CDATA[STANDARDISASI GEODATABASE KEBENCANAAN (STUDI KASUS :]]> MARYAM / 232012070 Penulis 0410098605 - Indrianawati, S.T., M.T. Sumarno, Ir., M.T.
Di Indonesia, hampir semua dinas, badan, dan lembaga yang terkait penanggulangan bencana, baik di tingkat kabupaten/kota maupun provinsi melakukan pengumpulan dan pengolahan data kebencanaan dalam format yang berbeda-beda. Adanya perbedaan format tersebut menyebabkan kesulitan dalam mengintegrasikan data kebencanaan secara nasional. Saat ini, di Indonesia telah dibuat suatu peraturan yang mengatur tentang standardisasi data kebencanaan, yaitu Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomor 8 Tahun 2011 tentang Standardisasi Data Kebencanaan. Namun, standardisasi data kebencanaan tersebut belum berbasis spasial. Maka, perlu dibuat standardisasi data kebencanaan yang berbasis spasial. Tujuan dari penelitian ini, yaitu untuk membangun standar geodatabase kebencanaan yang sesuai dengan kondisiKabupaten Bandung sehingga dapat dijadikan acuan dan panduan bagi pihakpihak terkait penanggulangan bencana, serta untuk mengetahui jenis data yang digunakan dalam kegiatan penanggulangan bencana di Kabupaten Bandung. Data yang digunakan dalam proses standardisasi geodatabase kebencanaan adalah data hasil kajian peraturan perundang-undangan dan laporan hasil penelitian terkait penanggulangan bencana dan dilakukan berdasarkan pendekatan metode Enterprise Architecture Planning (EAP) dan aplikasi ArcGIS, yang meliputi studi literatur, identifikasi dan normalisasi data, pembangunan struktur data, dan perancangan basis data. Adapun data yang diperoleh dari tahap identifikasi dan pembangunan struktur data berjumlah 85 data dan terdapat 18 kustodian (wali data). Tahap perancangan basis data menghasilkan tabel yang terdiri dari atributatribut (field) dan dihasilkan juga diagram hubungan antar entitas atau Entity Relationship Diagram (ERD).