// <![CDATA[PEMODELAN TINGGI MUKA AIR SUNGAI CIKAPUNDUNG - GANDOK DENGAN MENGGUNAKAN METODE REGRESI]]> Agung Nita Komara / 232009010 Penulis M.A. BASYID. Ir.,M.T.
Perubahan guna lahan di kawasan DAS Cikapundung bagian tengah berakibatPerubahan guna lahan di kawasan DAS Cikapundung bagian tengah berakibat semakin bertambah luasnya kawasan terbangun dan berkurangnya kawasan hutan. Hal ini mengakibatkan semakin memperbesar frekeuensi terjadinya banjir di kawasan tengah dan hilir Sungai Cikapundung. Sebagai langkah awal mitigasi banjir, perlunya diadakan penelitian perubahan muka air di Sungai Cikapundung- Gandok. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat ketinggian muka air Sungai Cikapundung untuk daerah pengaliran Cikapundung – Gandok hingga tahun 2020 dan mengetahui potensi luapan air Sungai Cikapundung pada tahun 2020. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode pemodelan dengan menggunakan regresi linier dan regresi polinomial orde 2. Parameter yang digunakan dalam penelitian ini adalah muka air rata-rata tahunan Sungai Cikapundung menggunakan data yang berkala. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa berdasarkan perhitungan regresi linier pada tahun 2020 diprediksikan ketinggian muka air rata-rata Sungai Cikapundung – Gandok mencapai titik tertingginya yaitu 3,220 meter. Sedangkan berdasarkan regresi polynomial diprediksikan ketinggian muka air rata-rata sungai Cikapundung – Gandok mencapai titik tertingginya yaitu 3,230 meter, potensi area terdampak luapan air sungai seluas 56,44 Ha. Kesimpulan yang dapat ditarik pada penelitian ini adalah pada tahun 2020 diprediksikan terjadi luapan air Sungai Cikapundung – Gandok setinggi 0,22 meter dari hasil perhitungan regresi linier dan 0,23 meter dari hasil perhitungan regresi polinomial dengan potensi luapan diperkirakan akan menggenangi kawasan sekitar DAS Cikapundung. semakin bertambah luasnya kawasan terbangun dan berkurangnya kawasan hutan. Hal ini mengakibatkan semakin memperbesar frekeuensi terjadinya banjir di kawasan tengah dan hilir Sungai Cikapundung. Sebagai langkah awal mitigasi banjir, perlunya diadakan penelitian perubahan muka air di Sungai Cikapundung- Gandok. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat ketinggian muka air Sungai Cikapundung untuk daerah pengaliran Cikapundung – Gandok hingga tahun 2020 dan mengetahui potensi luapan air Sungai Cikapundung pada tahun 2020. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode pemodelan dengan menggunakan regresi linier dan regresi polinomial orde 2. Parameter yang digunakan dalam penelitian ini adalah muka air rata-rata tahunan Sungai Cikapundung menggunakan data yang berkala. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa berdasarkan perhitungan regresi linier pada tahun 2020 diprediksikan ketinggian muka air rata-rata Sungai Cikapundung – Gandok mencapai titik tertingginya yaitu 3,220 meter. Sedangkan berdasarkan regresi polynomial diprediksikan ketinggian muka air rata-rata sungai Cikapundung – Gandok mencapai titik tertingginya yaitu 3,230 meter, potensi area terdampak luapan air sungai seluas 56,44 Ha. Kesimpulan yang dapat ditarik pada penelitian ini adalah pada tahun 2020 diprediksikan terjadi luapan air Sungai Cikapundung – Gandok setinggi 0,22 meter dari hasil perhitungan regresi linier dan 0,23 meter dari hasil perhitungan regresi polinomial dengan potensi luapan diperkirakan akan menggenangi kawasan sekitar DAS Cikapundung.