// <![CDATA[GEDUNG KONSER MUSIK MODERN BANDUNG]]> MOCH. HARYADI H.K / 21.2005.020 Dosen Pembimbing 1
Gedung Konser Musik Modern Bandung adalah bangunan di Kota Bandung yang berfungsi sebagai tempat pertunjukan musik di dalam ruangan secara modern (masa kini). Bangunan ini juga dilengkapi oleh fasilitas penunjang seperti, tempat pertunjukan outdoor, amphitheatre, exhibition hall, studio musik, toko alat musik, toko literatur musik, toko kaset dan cafe. Proyek tugas akhir ini berlatar belakang pada perkembangan aspek musik yang positif di Kota Bandung yang tidak disertai dengan sarana yang dapat menampung pertunjukan musik itu sendiri. Tema yang diambil dalam proyek tugas akhir ini adalah “Contrast in Harmony”, yaitu suatu strategi arsitektural untuk menampilkan desain yang menonjol namun tidak merusak lingkungan sekitarnya baik secara visual maupun non-visual. “Contrast” (kontras) dapat diartikan sebagai kondisi suatu hal yang berbeda dari hal di sekitarnya, sehingga diharapkan desain bangunan dapat mudah ditangkap oleh pengamat yang melihat kawasan dimana lokasi perancangan berada. Sedangkan, “Harmony” (selaras) merupakan kondisi dimana beberapa unsur tersusun dengan baik dan masing-masing unsur tersebut saling mendukung dan memperkuat nilai keindahan dan keteraturan walaupun memiliki spesifikasi yang berbeda-beda. Unsur keselarasan bertujuan untuk mengontrol nilai kontras pada perancangan agar desain tetap dapat sinergis dengan lingkungannya walaupun berusaha untuk tampil mencolok secara visual. Proyek tugas akhir ini memiliki tujuan untuk menyediakan sarana yang representatif dalam mewadahi segala kegiatan pertunjukan musik secara modern di Kota Bandung, sehingga dapat menjaga bahkan meningkatkan kreatifitas para pelaku dan penikmat musik khususnya yang berada di Kota Bandung untuk meramaikan belantika musik nasional dan internasional. Kemudian, proyek ini juga bertujuan untuk mendukung program revitalisasi pada beberapa kawasan di sekitar lokasi perancangan ini, diantaranya revitalisasi Kawasan Asia Afrika, Braga dan Sungai Cikapundung. Selain itu, proyek ini turut serta untuk menghadirkan area komunal khususnya yang sifatnya terbuka, sebagai upaya untuk meningkatkan nilai sosial masyarakat Kota Bandung khususnya. Perencanaan proyek ini diawali dengan menganalisa kondisi tapak, kebutuhan ruang, dan aktivitas yang akan terjadi. Setelah proses perencanaan, kebutuhan ruang yang dibutuhkan disesuaikan dengan luas tapak. Proses perencanaan menjadi titik awal untuk dilanjutkan menuju proses perancangan. Kemudian, segala aspek yang telah dituangkan dalam proses perencanaan dilanjutkan menjadi proses skematik. Semua proses tersebut menjadi satu kesatuan untuk mencapai proses perancangan yang utuh. Metode yang digunakan adalah metode analisis yang dilakukan meliputi tahap pengumpulan data (studi literatur, observasi lapangan, wawancara, studi banding, seleksi), tahap analisis dan sintesis, dan tahap pengembangan konsep. Proses konsep perancangan ini mengacu pada hasil analisis dan studi pembelajaran berdasarkan tema dan judul yang diambil. Dengan adanya proyek ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam pengolahan tema dan judul serta pengembangan pola pembelajaran yang berhubungan dengan penyikapan desain pada kawasan konservasi (cagar budaya). Kata Kunci : Gedung Konser, Konservasi, Post Modern, Revitalisasi