// <![CDATA[MODEL VEHICLE ROUTING PROBLEM WITH MULTIPLE TRIPS AND MULTIPLE DEPOTS UNTUK PENENTUAN RUTE KENDARAAN. ( STUDI KASUS RUTE TRUK PENGANGKUTAN SAMPAH DI KOTA BANDUNG ).]]> CITRA TYA AMBARI ( 13.2003.017 / TI Penulis Ir. Suprayogi.,Ph.D Dosen Pembimbing 1 0410126901 - Lisye Fitria, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 2
Vehicle Routing Problem (VRP) merupakan istilah umum yang diberikan untuk permasalahan yang melibatkan rute kendaraan dengan basis depot yang melayani pelanggan yang tersebar dengan permintaan tertentu. Tujuan umum dari VRP adalah melayani sekumpulan pelanggan dengan ongkos operasi yang minimum. VRP muncul dengan variasi bentuk yang tergantung pada sejumlah faktor, kendala, dan fungsi tujuan. Beberapa contoh variasi dari VRP, antara lain VRP Time Windows (VRPTW) yang memiliki batasan waktu, VRP PickUp and Delivery (VRPPD) dimana terjadi proses pengambilan dan pengantaran produk, VRP Multiple Depots (VRPMD) dimana terdapat lebih dari satu depot, VRP Intermediate Facility (VRPIF) dimana terdapat fasilitas antara, VRP Multiple Trips (VRPMT) dimana kendaraan menempuh beberapa rute dengan kembali ke depot dahulu, dan VRP Multiple Trips and Intermediate Facility (VRPMTIF) dimana kendaraan menempuh beberapa rute dan menggunakan intermediate facility. Dari model-model yang ada pada saat ini belum ada yang model VRP ini yang merupakan penggabungan dari VRP Multiple Depots (VRPMD), VRP Intermediate Facility (VRPIF), dan VRP Multiple Trips (VRPMT), dimana model ini memiliki lebih dari satu depot dan akan menghasilkan banyak rute. Model ini dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan dalam pengangkutan, seperti misalnya dalam masalah rute pengangkutan sampah kota Bandung. Kondisi yang ada saat ini terdapat satu depot, yaitu tempat awal dan akhir perjalanan dari truk, beberapa TPS, dan satu TPA sebagai intermediate facility, yaitu tempet memebongkar muatan. Berdasarkan kondisi yang ada, truk mengangkut sampah di TPS dan menuju TPA untuk melakukan proses pembongkaran muatan atau pembuangan akhir, lalu kembali lagi ke depot dalam keadaan kosong atau tidak bermuatan. Untuk memperbaiki masalah rute dapat digunakan model Vehicle Routing Problem with Intermediate Facility (VRPIF). Namun model yang ada hanya mempertimbangkan satu depot. Sehingga untuk mendapatkan rute pengangkutan sampah yang baik untuk dua depot dapat menggunakan model Vehicle Routing Problem with Multiple Trips and Multiple depots. Pengujian model dilakukan setelah mendapatkan model pemecahan masalah yang dikembangkan yang akan dilakukan dengan cara menggunakan data yang diambil berdasarkan kasus proses pengumpulan sampah yang terjadi saat ini di kota Bandung untuk wilayah operasi Bandung Barat. Pengujian yang dilakukan yaitu membentuk rute dengan model yang telah dibuat untuk mendapatkan rute yang terbaik. Setelah dilakukan pengujian model, maka selanjutnya dilakukan analisis parameter, analisis jumlah tur, analisis perbandingan total waktu penyelesaian, dan analisis jumlah depot. Berdasarkan hasil perhitungan dan analisis yang telah dilakukan, maka dapat diambil kesimpulan bahwa model Vehicle Routing Problem with Multiple Trips and Multiple depots layak digunakan untuk kasus pengangkutan sampah di Kota Bandung yang menggunakan dua depot dan satu TPA. Selain itu juga jumlah tur yang didapat untuk TPS jenis bak adalah sebanyak satu tur untuk aturan satu dan dua tur untuk aturan dua, sedangkan untuk TPS jenis kontainer adalah sebanyak 13 tur untuk masing-masing aturan. Jumlah tur yang terbentuk sama dengan kebutuhan truk.