// <![CDATA[ALGORITMA SEQUENTIAL INSERTION UNTUK PEMECAHAN MASALAH PENENTUAN RUTE KENDARAAN MENGGUNAKAN MODEL VEHICLE ROUTING PROBLEM DENGAN RUTE MAJEMUK DAN FASILITAS ANTARA MAJEMUK. ( STUDI KASUS PENGANGKUTAN SAMPAH DI TPS JENIS BAK KOTA BANDUNG ).]]> FESILIA / 13.2003.022 / TI Penulis Ir. Suprayogi.,Ph.D Dosen Pembimbing 1 0410126901 - Lisye Fitria, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 2
Pengangkutan dan pengelolaan sampah Kota Bandung ditangani oleh Dinas Kebersihan Kota Bandung. Proses pengangkutan sampah yang dilakukan adalah pemindahan sampah dari TPS menuju pembuangan akhir dengan menggunakan truk sampah. Manajemen pengumpulan sampah yang dilakukan adalah membentuk rute pengambilan sampah setiap hari dan kebutuhan kendaraan untuk mengangkut sampah. Pada saat ini Dinas Kebersihan Kota Bandung hanya melakukan pengambilan sampah satu TPS setiap hari. Hal ini disebabkan karena lokasi TPA yang berada di Sarimukti jauh dari beberapa lokasi TPS. Selain itu, jumlah timbulan sampah di setiap TPS yang menumpuk karena proses pengambilan sampah tidak dilakukan setiap hari secara teratur, serta jumlah kendaraan yang sedikit dan jarak TPS ke TPA yang jauh. Masalah pengangkutan sampah ini menyebabkan sistem manajemen pengumpulan sampah menjadi tidak produktif, sehingga diharapkan adanya perbaikan sistem pengangkutan dalam penanggulangan sampah. Usaha yang dilakukan oleh Dinas Kebersihan Kota Bandung adalah dengan mendirikan TPA di Leuwi Gajah dan Gede Bage. Perubahan TPA menjadi dua memerlukan penentuan rute yang baru, sehingga membutuhkan model yang melibatkan dua TPA. Permasalahan ini menjadi permasalahan Vehicle Routing Problem (VRP) berdasarkan pertimbangan rute kendaraan dan jumlah kendaraan. Permasalahan VRP merupakan permasalahan mencari rute pengangkutan sampah dengan meminimasi jarak tempuh dari satu depot ke pelanggan yang tersebar dan memiliki permintaan yang berbeda-beda. Model VRP yang telah dikembangkan adalah VRP Time Windows, VRP Pick and Delivery, VRP Multiple Trips, VRP Intermediate Facility dan gabungan VRP Multiple Trips dan Intermediate Facility. Model yang ada hanya mempertimbangkan satu TPA saja, sehingga untuk memecahkan permasalahan ini akan dikembangkan model VRP dengan Multiple Trips dan 2 Intermediate Facility. Pemecahan masalah rute pengangkutan sampah dilakukan dengan menggunakan algoritma sequential insertion. Dasar dari algoritma ini adalah menyisipkan pelanggan-pelanggan yang belum ditugaskan pada rencana rute yang berada pada posisi terbaik. Ada dua aturan yang penting untuk menentukan pelanggan, yaitu: 1) memilih pelanggan yang memiliki waktu tempuh dari depot, 2) memilih pelanggan yang memiliki waktu penyelesaian terkecil. Hasil yang didapatkan dengan mengembangkan model Vehicle Routing Problem adalah jumlah truk untuk wilayah Bandung Barat adalah 1 truk untuk aturan 1 dan 2 truk untuk aturan 2 dengan total waktu penyelesaian lebih kecil di aturan 1. Jumlah truk untuk wilayah Bandung Selatan dan Utara masing-masing adalah 2 dan 4 truk dengan total waktu penyelesaian nya lebih kecil di aturan 1. Jumlah truk untuk wilayah Bandung Timur adalah 2 truk dengan total waktu penyelesaiannya lebih kecil di aturan 2.