RANCANGAN STRATEGI PEMASARAN SAYUR DAN BUAH NON - PESTISIDA BERDASARKAN HASIL ANALISIS CLUSTER.
Sayur-sayuran dan buah-buahan di Indonesia umumnya diproduksi dengan menggunakan pestisida/herbisida untuk mengusir hama tanaman. Untuk mendapatkan sayur dan buah yang bebas pestisida adalah dengan ditanam secara organik. Namun bercocok tanam secara organic belum menjadi pilihan kebanyakan petani di Indonesia karena tingkat kesulitan dan biaya yang tinggi. Cara lain untuk mendapatkan sayur dan buah yang bebas pestisida adalah dengan mencuci sayur dan buah tersebut dengan menggunakan air yang mengandung molekul ozon. PT. ”X” melihat bahwa pola hidup sehat telah menjadi gaya hidup bagi sebagian kalangan masyarakat di Indonesia. Namun biaya yang tinggi menjadi kendala untuk mendapatkan sayur dan buah yang ditanam secara organik. Dengan melihat peluang dan kendala yang ada PT. “X” berencana mengembangkan usaha ini dengan menyusun rencana pemasaran, akan tetapi belum mengetahui karakteristik target konsumen (orang yang menyukai sayur dan buah yang tidak mengandung pestisida) dan perilaku konsumen. Oleh sebab itu diperlukan suatu penelitian agar dapat menyusun rencana pemasaran yang tepat.
Beberapa langkah yang dilakukan dalam rencana tersebut yaitu melakukan segmenting berdasarkan ciri psikografis konsumen dengan menyebarkan kuesioner sebagai alat pengumpulan data. Kemudian data tersebut akan diolah menggunakan metode Analisis Cluster dengan bantuan software SPSS 13.0. Selanjutnya dilakukan targeting atau menyeleksi dan memilih pasar dengan memfokuskan pada satu segmen, dan positioning berdasarkan perbedaan dan manfaat produk. Setelah itu melakukan analisis taktik pemasaran dengan menggunakan Marketing Mix yang terdiri dari Product, Price, Place, Promotion (4P). Sebagai dasar analisis digunakan data dari hasil penyebaran kuesioner.
Hasil pengolahan data pada tahap segmenting terbentuk 3 segmen yaitu segmen satu yang memiliki 1 ciri dengan jumlah responden 39 orang, segmen dua yang tidak memiliki ciri dengan jumlah responden 39 orang, dan segmen tiga yang memiliki 4 ciri dengan jumlah responden 22 orang. Pada tahap targeting dipilih satu segmen yang memiliki ciri khusus dan jumlah responden yang terbesar. Segmen yang memenuhi kriteria tersebut adalah segmen satu yang memiliki ciri memilih sayur dan buah berdasarkan kondisi kesegaran. Maka positioning yang dilakukan adalah membuat slogan dengan menunjukkan ciri tersebut. Berdasarkan data hasil kuesioner segmen terpilih menginginkan produk dikemas menggunakan plastic wrap, lokasi penjualan di toko atau supermarket, harga produk 1,5 kali harga sayur dan buah biasa, dan berpromosi pada media televisi.
Berdasarkan hasil analisis maka taktik pemasaran marketing mix yang dapat dijalankan adalah mengemas produk dengan plastic wrap, menjual produk di toko atau supermarket, memberi harga produk 1,5 kali harga sayur dan buah biasa, dan berpromosi menggunakan media majalah. Setelah taktik pemasaran dirancang maka perusahaan dapat menjalankan usahanya.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2008).RANCANGAN STRATEGI PEMASARAN SAYUR DAN BUAH NON - PESTISIDA BERDASARKAN HASIL ANALISIS CLUSTER. ().Teknik Industri:FTI
Chicago Style
.RANCANGAN STRATEGI PEMASARAN SAYUR DAN BUAH NON - PESTISIDA BERDASARKAN HASIL ANALISIS CLUSTER. ().Teknik Industri:FTI,2008.Text
MLA Style
.RANCANGAN STRATEGI PEMASARAN SAYUR DAN BUAH NON - PESTISIDA BERDASARKAN HASIL ANALISIS CLUSTER. ().Teknik Industri:FTI,2008.Text
Turabian Style
.RANCANGAN STRATEGI PEMASARAN SAYUR DAN BUAH NON - PESTISIDA BERDASARKAN HASIL ANALISIS CLUSTER. ().Teknik Industri:FTI,2008.Text