// <![CDATA[ANALISA BEBAN KERJA MENTAL DOSEN MENGGUNAKAN METODE SUBJECTIVE WORKLOAD ASSESSMENT TECHNIQUE ( STUDI DI JURUSAN TI ITENAS ).]]> 0409066802 - Caecilia Sri Wahyuningsih, Ir., MT. Dosen Pembimbing 1 0430127601 - Arie Desrianty S.T., M.T. Dosen Pembimbing 2 NICOLAS PAHALA HUTABARAT / 13 – 2002 – 070 Penulis
Pada bulan Februari 2007, Jurusan Teknik Industri Itenas telah mendapat akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional. Pencapaian ini tidak terlepas dari kerja sama para staf pengajar dan bukan merupakan puncak pencapaian tujuan Jurusan TI, akan tetapi justru merupakan awal kerja baru bagi Jurusan TI untuk terus meningkatkan performansi jurusan TI. Jurusan yang mempunyai akreditasi baik menuntut para dosennya agar dapat mempertahankan dan meningkatkan kualitas standar. Tuntutan ini memberikan beban yang sangat besar terhadap kerja dosen. Beban yang besar dapat mempengaruhi kinerja dosen, dimana beban tersebut dapat diuraikan menjadi beban waktu, beban usaha mental, dan beban tekanan psikologis. Beban yang dialami seseorang dapat berupa beban fisik, beban mental/psikologis, dan beban sosial/moral yang timbul dari lingkungan kerja. Beban kerja sebaiknya dirancang sesuai dengan kemampuan dan keterbatasan, baik fisik maupun mental sehingga informasi-informasi mengenai beban kerja yang diperoleh melalui pengukuran menjadi penting. Pengukuran beban kerja dilakukan agar dapat mengidentifikasi tingkat beban kerja optimal yang dilakukan seseorang dalam melakukan pekerjaannya sehari-hari sehingga performansi kerja dapat meningkat. Jurusan yang mempunyai akreditasi baik menuntut para dosennya agar dapat mempertahankan dan meningkatkan kualitas standar. Tuntutan ini memberikan beban yang sangat besar terhadap kerja dosen. Beban yang besar dapat mempengaruhi kinerja dosen, dimana beban tersebut dapat diuraikan menjadi beban waktu, beban usaha mental, dan beban tekanan psikologis. Berdasarkan uraian tersebut, dilakukan penelitian mengenai pengukuran beban kerja staf pengajar jurusan Teknik Industri Itenas agar dapat mengidentifikasi tingkat beban kerja dalam melakukan pekerjaannya sehari-hari. Oleh karena itu, sebaiknya beban kerja dirancang sesuai dengan kemampuan dan keterbatasan fisik maupun mental seseorang sehingga performansi kerjanya dapat meningkat yang berdampak pada peningkatan performansi jurusan Teknik Industri Itenas. Pengukuran beban kerja yang dilakukan merupakan pengukuran secara subjektif dengan menggunakan metoda SWAT. SWAT merupakan metode pengukuran subjektif yang relevan digunakan di lingkungan yang sebenarnya. Dikembangkan oleh Reid dan Nygren pada Armstrong Aerospace Medical Research Laboratory. Dari hasil pengukuran tersebut, dilanjutkan dengan meneliti apakah terdapat pengaruh faktor-faktor dan pengaruh interaksi antara faktor-faktor dari sub sistem lainnya yang signifikan terhadap besarnya beban kerja mental dosen dengan memperhatikan beban waktu (Time Load), beban usaha mental (Mental Efford Load), dan beban tekanan psikologis (Psychological Stress Load) pada tugas-tugas dosen sehingga akan diperoleh kesimpulan apakah perlu diambil tindakan untuk mengurangi beban kerja mental dosen.