// <![CDATA[KEBIJAKAN SISTEM PERSEDIAAN DENGAN MEMPERTIMBANGKAN FAKTOR WAKTU KADALUARSA PRODUK DI PD. TOTAL BUAH SSEGAR.]]> ROZAIFA ANGGIANI / 132003036 Penulis 0430056901 - Emsosfi Zaini, Ir., M.T Dosen Pembimbing 1
Faktor ketersediaan produk merupakan salah satu faktor penting yang harus diperhatikan oleh perusahaan. Persediaan adalah sumber daya yang mengganggur yang menunggu proses lebih lanjut dan memiliki nilai ekonomis. Persediaan dapat berupa bahan baku, produk setengah jadi, dan produk jadi. Pengendalian persediaan merupakan masalah yang penting di setiap perusahaan, Persediaan merupakan salah satu faktor yang dapat memicu peningkatan biaya. Menetapkan jumlah persediaan yang terlalu banyak mengakibatkan pemborosan dalam biaya simpan dan dapat mengakibatkan kerusakan pada produk yang memiliki umur pakai ( kadaluarsa) singkat, namun menetapkan jumlah persediaan terlalu sedikit menyebabkan hilangnya kesempatan perusahaan untuk mendapatkan keuntungan jika ternyata permintaan produk lebih tinggi dari ketersediaan produk di perusahaan. PD. Total Buah Segar merupakan perusahaan dagang yang memenuhi kebutuhan konsumen dengan menyediakan produknya berupa sayuran dan buah-buahan. Produk perusahaan yang memiliki waktu kadaluarsa tersingkat adalah strawberry. Permintaan terhadap strawberry diketahui secara pasti dari rata-rata penjualan produk per hari. Saat ini perusahaan menentukan ukuran pembelian produk berdasarkan perkiraan tanpa melihat aspek lain yang ditimbulkan, sehingga permasalahan yang terjadi pada perusahaan yaitu seringnya terdapat sejumlah produk yang kadaluarsa dan tak layak jual. Permasalahan perusahaan ini perlu ditangani dengan melakukan perancangan sistem persediaan yang memperhatikan waktu kadaluarsa produk. Ukuran pembelian terhadap produk strawberry bersifat dinamis. Metode perancangan persediaan produk yang sesuai dengan kondisi perusahaan adalah Model Periodic inventory system (Model P) dan Model persediaan yang mempertimbangkan waktu kadaluarsa produk (Prasetyo, et.al). Metode ini diharapkan dapat menghasilkan sistem persediaan produk yang memberikan total ongkos lebih rendah dari ongkos total perusahaan saat ini, karena dari model ini akan didapat ukuran pembelian produk yang tepat (Q*). Rancangan sistem persediaan yang mempertimbangkan waktu kadaluarsa produk menghasilkan total ongkos persediaan (September–November2007) sebesar Rp 13.493.133 untuk sistem pembelian secara 1 harian, sedangkan untuk sistem pembelian secara 2 harian didapatkan ongkos total persediaan sebesar Rp 18.001.867. sedangkan sistem persediaan yang digunakan perusahaan saat ini menghasilkan ongkos total sebesar Rp 23.112.440. Model persediaan yang mempertimbangkan waktu kadaluarsa produk menghasilkan ongkos total lebih rendah dibandingkan dengan sistem persediaan perusahaan. Oleh karena itu, Model persediaan yang mempertimbangkan waktu kadaluarsa produk untuk kondisi deterministic-dynamic demand dapat digunakan sesuai dengan kondisi perusahaan.