// <![CDATA[USULAN RANCANGAN PENGUKURAN KINERJA MENGGUNAKAN BALANCE SCORECARD ( BSC ) ( STUDI KASUS PERSPEKTIF PROSES BISNIS INTERNAL DI INTITUT TEKNOLOGI NASIONAL ).]]> TAUFIK AKBAR DERMAWAN / 13.2004.083 Penulis 0422037203 - Sugih Arijanto ST.,M.M Dosen Pembimbing 2 9900980216 - Ambar Rukmi Harsono Ir., M.T. Dosen Pembimbing 1
Institut Teknologi Nasional (Itenas) merupakan salah satu perguruan tinggi swasta teknik dan desain di Bandung. Untuk menghadapi persaingan dengan perguruan tinggi lain, menuntut Itenas untuk dapat bertahan dan menetapkan strategi agar mampu bersaing dengan perguruan tinggi lainnya. Untuk mencapai tujuan yang diharapkan, Itenas perlu melakukan pengukuran kinerja untuk melihat pencapaian visi dan misinya. Pengukuran kinerja yang dilakukan di Itenas saat ini belum sampai pada pengukuran kinerja yang terintegrasi dan masih bersifat parsial. Salah satu metode pengukuran kinerja secara terintegrasi adalah Balanced Scorecard. Balanced Scorecard adalah sekumpulan ukuran kinerja yang terintegrasi yang diturunkan dari visi dan misi perusahaan yang mendukung strategi perusahaan secara keseluruhan dengan menerjemahkan misi dan strategi unit bisnis ke dalam berbagai tujuan dan ukuran (Kaplan dan Norton, 2000). Metode ini memudahkan perusahaan untuk mengukur kinerja perusahaan dilihat dari empat perspektif yaitu, perspektif finansial, pelanggan, proses bisnis internal dan pembelajaran dan pertumbuhan. Tujuan penelitian tugas akhir ini adalah rancangan pengukuran kinerja Itenas dengan menggunakan metoda Balanced Scorecard melalui perspektif proses bisnis internal. Sedangkan ketiga perspektif lainnya, yaitu finansial diteliti oleh Herinda (2008), pelanggan diteliti oleh Naldo (2008), dan pembelajaran dan pertumbuhan diteliti oleh Jultrias (2008) yang kemudian akan saling terintegrasi. Langkah-langkah dalam pengukuran kinerja ini adalah pengumpulan data umum Itenas seperti visi, misi, dan strategi Itenas yang didapat dari STATUTA dan Rencana Strategis (RENSTRA) Itenas 2006-2010. Visi, misi, dan strategi Itenas dibutuhkan sebagai dasar perancangan Balanced Scorecard dengan melakukan penguraian visi, misi, dan strategi terhadap empat perspektif secara bersama-sama. Pada penelitian ini, penguraian visi, misi, dan strategi dilakukan oleh tim penelitian karena pada saat penelitian Itenas belum memiliki penjelasan visi, misi, dan strategi. Selanjutnya adalah penentuan tujuan strategis perspektif proses bisnis internal yang didapat dari Renstra Itenas. Setelah menentukan tujuan strategis, langkah selanjutnya adalah penentuan key performance indicator dan memasukkan key performance indicator ke dalam rantai nilai generik Kaplan dan Norton. Penentuan key performance indicator dilakukan karena pada Renstra Itenas masih banyak indikator yang masih bersifat kualitatif. Pengumpulan data yang berhubungan dengan perspektif proses bisnis internal dilakukan setelah menentukan rantai nilai generik dan selanjutnya adalah perhitungan nilai key performance indicator sebagai alat ukur pencapaian keberhasilan strategi. Proses terakhir dalam penyusunan Balanced Scorecard adalah penentuan diagram sebab akibat yang menunjukkan keterkaitan antar empat perspektif Balanced Scorecard. Hasil pengukuran kinerja dengan metode Balanced Scorecard adalah analisis nilai key performance indicator dari perspektif proses bisnis internal, usaha yang dapat dilakukan untuk meningkatkan key performance indicator, dan hubungan antara visi, misi, strategi, dan indikator. Nilai key performance indicator yang sudah baik diantaranya adalah jumlah keikutsertaan mahasiswa Itenas dalam lomba karya ilmiah, jumlah mahasiswa yang mengikuti pelatihan kewirausahaan, frekuensi updating data informasi bursa kerja per tahun, rasio kecukupan ruang kuliah, dan rasio kecukupan ruang dosen sedangkan untuk key performance indicator lain yang diteliti masih kurang baik. Hubungan keterkaitan antara visi, misi, strategi, dan indikator terdapat ketidakterkaitan. Hal ini disebabkan, Itenas dalam menurunkan strategi berdasarkan isu Dirjen Dikti yang membahas mengenai daya saing, otonomi, dan kesehatan oraganisasi bukan dari visi dan misi Itenas sendiri. Oleh karena itu, untuk tercapainya visi dan misi sebaiknya Itenas menurunkan strategi berdasarkan visi dan misi Itenas sendiri.