MODEL OPTIMISASI PERAWATAN PADA MULTI KOMPONEN DEPENDENT MENGGUNAKAN GROUP MAINTENANCE.
Dalam kegiatan produksi umumnya digunakan berbagai jenis mesin, yang memiliki sejumlah komponen di dalamnya. Jumlah komponen lebih dari dua unit disebut juga dengan multi komponen. Hubungan multi komponen dalam mesin dapat tersusun dalam suatu rangkaian star structure. Dengan tersusunnya komponen dengan rangkaian tersebut menyebabkan setiap komponen bersifat dependent, sehingga keandalan suatu komponen mempengaruhi keandalan komponen lainnya. Penurunan kinerja mesin dapat diakibatkan oleh kerusakan komponen. Kerusakan tersebut menyebabkan produk yang dihasilkan tidak sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan (cacat). Oleh karena itu untuk menjaga kondisi komponen tetap baik dan menghindari terjadinya penurunan kinerja mesin, dibutuhkan kegiatan perawatan atau maintenance.
Pada dasarnya setiap komponen mesin mungkin saja bersifat reparable, sehingga tindakan perawatan dapat berupa perbaikan komponen yang rusak dan penggantian dengan komponen baru. Oleh karena itu, kebijakan perawatan yang dapat dilakukan adalah group maintenance, yaitu perawatan beberapa komponen mesin pada saat bersamaan jika terjadi kerusakan pada salah satu komponennya. Kebijakan group maintenance ini didasari oleh kebijakan group replacement. Tujuannya adalah untuk meminimisasi ekspektasi total ongkos perawatan karena penggantian beberapa komponen pada saat bersamaan akan lebih rendah dibandingkan dengan penggantian komponen satu per satu.
Di dalam penelitian ini, dihasilkan suatu model optimisasi perawatan pada multi komponen dependent menggunakan kebijakan group maintenance dengan mempertimbangkan 3 tindakan perawatan, yaitu do nothing (DN), repair (RP), dan replace (R). Model ini dikembangkan dari penelitian-penelitian sebelumnya yang diawali oleh model Usher, Syed, dan Kamal (1998) dengan membagi horizon perencanaan perawatan terbatas menjadi beberapa titik inspeksi dan model Yudistyawati (2007) dengan sistem perawatan pencegahan gabungan yang bersifat nonreparable pada multi komponen independent. Pengembangan model dilakukan dengan menentukan tindakan perawatan optimal yang dilakukan di setiap titik inspeksi. Metode solusi yang digunakan adalah model pemrograman dinamis probabilistic dengan teknik perhitungan backward procedure. Kriteria kebijakan optimalnya adalah dengan meminimisasi ekspektasi total ongkos perawatan di setiap titik inspeksi atau tahap sehingga akan diperoleh solusi optimal. Analisis sensitivitas dilakukan terhadap perubahan parameter ongkos repair, ongkos replace, dan ongkos reject untuk mengetahui seberapa besar tingkat kepekaan/ sensitivity model terhadap perubahan nilai parameternya.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2008).MODEL OPTIMISASI PERAWATAN PADA MULTI KOMPONEN DEPENDENT MENGGUNAKAN GROUP MAINTENANCE. ().Teknik Industri:FTI
Chicago Style
.MODEL OPTIMISASI PERAWATAN PADA MULTI KOMPONEN DEPENDENT MENGGUNAKAN GROUP MAINTENANCE. ().Teknik Industri:FTI,2008.Text
MLA Style
.MODEL OPTIMISASI PERAWATAN PADA MULTI KOMPONEN DEPENDENT MENGGUNAKAN GROUP MAINTENANCE. ().Teknik Industri:FTI,2008.Text
Turabian Style
.MODEL OPTIMISASI PERAWATAN PADA MULTI KOMPONEN DEPENDENT MENGGUNAKAN GROUP MAINTENANCE. ().Teknik Industri:FTI,2008.Text