// <![CDATA[MODEL OPTIMISASI UKURAN LOT PRODUKSI YANG MEMPERTIMBANGKAN INSPEKSI SAMPLING DENGAN KRITERIA MINIMASI TOTAL ONGKOS.]]> ADELIA SEPTY PERDANA / 13.2004.112 Penulis 0410057301 - Fifi Herni Mustofa, S.T., M.T Dosen Pembimbing 1 0430127601 - Arie Desrianty S.T., M.T. Dosen Pembimbing 2
Dalam memenuhi permintaan konsumen, produsen harus memperhatikan dalam hal penentuan ukuran lot optimal yang bertujuan untuk mendapatkan ukuran lot yang sesuai dengan permintaan konsumen dengan memperhatikan kapasitas produksi yang dimiliki perusahaan. Selain pentingnya penentuan ukuran lot dalam kegiatan produksi, kualitas dari produk yang dihasilkan pun harus diperhatikan karena kualitas produk dapat mempengaruhi jumlah permintaan. Kualitas yang baik dari suatu produk membuat konsumen tetap menggunakan produk tersebut. Untuk menghasilkan produk yang berkualitas baik, inspeksi 100% merupakan salah satu alternatif yang dapat dilakukan pihak perusahaan, karena informasi mengenai suatu lot dapat diketahui sepenuhnya sehingga kualitas produk dapat terkendali. Tetapi setiap perusahaan mempunyai batasan waktu dalam menghasilkan suatu produk serta batasan ongkos yang harus dikeluarkan. Oleh karena itu, inspeksi sampling dapat dilakukan dengan tetap memperhatikan batasan-batasan yang dimiliki oleh perusahaan. Karakteristik sistem dari penelitian ini yaitu dengan adanya sejumlah permintaan, akan diproduksi sebesar ukuran lot tertentu. Sampel diambil dari ukuran lot produksi tersebut tanpa pengembalian untuk selanjutnya diinspeksi. Terdapat dua kemungkinan keputusan mengenai kondisi lot yaitu diterima jika kondisi sampel yang diambil baik atau ditolak jika kondisi sampel yang diambil cacat. Jika keputusan lot adalah diterima maka akan terdapat probabilitas kesalahan menerima produk cacat, sedangkan jika keputusan lot ditolak maka diasumsikan akan ada inspeksi secara keseluruhan atau biasa disebut dengan sensus. Hal ini dilakukan agar kualitas dari produk terkendali. Pemenuhan demand dilakukan dalam beberapa run produksi untuk mengurangi terjadinya penalti dan apabila permintaan lebih besar dari kapasitas produksi serta apabila keputusan setelah inspeksi lot pada run sebelumnya ditolak. Dalam menentukan ukuran lot produksi pada setiap run produksi, terdapat tiga langkah yang dilakukan. Langkah pertama yaitu penentuan permintaan yang harus dipenuhi pada setiap run. Langkah kedua yaitu penentuan probabilitas kegagalan produk berdasarkan pendekatan model Astria (2006) dengan menggunakan distribusi binomial. Langkah ketiga yaitu perhitungan ongkos untuk penentuan ukuran lot produksi pada setiap run produksi dengan kriteria minimisasi total ongkos yang dilakukan berdasarkan prosedur pemrograman dinamis probabilistik.