// <![CDATA[USULAN RANCANGAN PENGUKURAN KINERJA MENGUNAKAN BALANCED SCORE CARD ( BSC ) ( STUDI KASUS PERSPEKTIF PELANGGAN DI INSTITUT TEKNOLOGI NASIONAL )]]> EDWIN NALDO / 13.2004.126 Penulis 0422037203 - Sugih Arijanto ST.,M.M Dosen Pembimbing 2 9900980216 - Ambar Rukmi Harsono Ir., M.T. Dosen Pembimbing 1
Institut Teknologi Nasional (Itenas) merupakan salah satu perguruan tinggi swasta di Bandung. Setiap perguruan tinggi memiliki visi dan misi, dimana visi dan misi merupakan sasaran yang ingin dicapai dalam jangka panjang. Pencapaian visi dan misi harus didukung oleh penggunaan strategi yang tepat. Itenas memiliki strategi yang digunakan untuk mencapai visi misi tersebut. Strategi di Itenas dapat diukur dengan pengukuran kinerja yang ada saat ini. Pengukuran kinerja di Itenas masih bersifat parsial dan belum terintegrasi. Itenas membutuhkan suatu sistem pengukuran kinerja yang mengkomunikasikan visi dan misi ke dalam strategi perguruan tinggi. Apabila Itenas tidak melakukan pengukuran kinerja, Itenas tidak mengetahui telah seberapa jauh pencapaian visi misi perguruan tinggi ini. Selain itu, pengukuran kinerja dapat mengevaluasi tingkat keberhasilan strategi-strategi dalam pencapaian visi misi Itenas. Ada beberapa metode pengukuran kinerja, baik parsial maupun terintegrasi. Salah satu metode pengukuran kinerja terintegrasi yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah Balanced Scorecard (BSC). Metode BSC dapat digunakan untuk membantu perguruan tinggi dalam pengukuran kinerja. BSC merupakan suatu metodologi penilaian kinerja yang berorientasi pada pandangan strategis ke masa depan (Kaplan dan Norton, 1992). Metode BSC memandang pengukuran kinerja dari empat perspektif: finansial, pelanggan, proses bisnis internal, serta pembelajaran dan pertumbuhan. Keunggulan BSC menurut Mulyadi (2007) yaitu komprehensif, koheren, berimbang, dan terukur. Pada penelitian ini pengukuran kinerja hanya dilakukan pada perspektif pelanggan. Penelitian ketiga perspektif lainnya yaitu finansial (Herinda, 2008), proses bisnis internal (Dermawan, 2008), serta pembelajaran dan pertumbuhan (Jultrias, 2008) dilakukan pada penelitian lainnya yang kemudian diintegrasikan menjadi rancangan sistem BSC secara keseluruhan. Tahap-tahap dalam penyusunan BSC terdiri dari tahap pendahuluan, tahap pengumpulan dan pengolahan data, dan tahap akhir. Tahap pendahuluan terdiri dari identifikasi masalah dan penentuan metode yang digunakan dalam penelitian yaitu Balanced Scorecard. Tahap pengumpulan dan pengolahan data terdiri dari pengumpulan data umum Itenas, penguraian visi misi strategi Itenas ke masing-masing perspektif, penentuan tujuan strategis, penentuan key performance indicator (KPI), penentuan nilai KPI, dan penentuan diagram sebab akibat antar KPI untuk melihat keterkaitan antar KPI keempat perspektif. Langkah penguraian visi misi Itenas perlu dilakukan karena pada saat penelitian Itenas belum memiliki penjelasan visi misi dan didapatkan bahwa strategi Itenas diturunkan berdasarkan Rencana Strategis sehingga terdapat ketidakterkaitan antara visi misi dan strategi. Tahap akhir terdiri dari analisis mengenai nilai key performance indicator pada perspektif pelanggan Balanced Scorecard yang disertai dengan usaha-usaha perbaikan, analisis keterkaitan visi, misi, strategi, dan indikator kinerja, dan analisis kesesuaian Rencana Strategis dengan visi dan misi. Tahap ini juga terdiri dari kesimpulan dan saran bagi Itenas. Output dari penelitian ini yaitu rancangan sistem pengukuran kinerja Itenas dengan menggunakan metode (BSC) dan gambaran mengenai pencapaian visi dan misi Itenas berdasarkan Rencana Strategis 2006-2010. Key performance indicator yang dihasilkan pada perspektif pelanggan terdiri dari 19 indikator, dimana hanya 13 indikator yang diukur. Indikator yang diukur pada perspektif pelanggan yang mempunyai nilai cukup baik yaitu indikator jumlah mahasiswa baru per tahun, pangsa pasar, akuisisi mahasiswa, kepuasan pengguna alumni, retensi mahasiswa tingkat pertama, jumlah rekrutmen, persentase mahasiswa penerima beasiswa, dan jumlah kemitraan aktif per tahun. Indikator yang diukur pada perspektif pelanggan yang mempunyai nilai kurang baik yaitu jumlah mahasiswa baru jalur PMDK, rata-rata kepuasan mahasiswa, rata-rata kepuasan mahasiswa baru tingkat pertama, rata-rata kepuasan sivitas akademika terhadap kenyamanan lingkungan kampus, dan profitabilitas mahasiswa per jurusan. Berdasarkan penelitian ini diperoleh bahwa pada Rencana Strategis terdapat indikator yang terukur dan tidak terukur. Pencapaian visi misi berdasarkan keempat perspektif BSC belum tercapai karena strategi yang dimiliki Itenas kurang tepat dan belum dapat digunakan untuk mencapai visi misi.