// <![CDATA[PENENTUAN MODEL PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI PADA MESIN VERTICAL MACHINING CENTER ( VMC ) DI SMALL SCALE MANUFACTURING LABORATORY ( SSML ).]]> BUDHI YUONO / 13.2004.128 Penulis 0428096602 - Ir. Yanti Helianty, MT Dosen Pembimbing 1 0425107701 - Hendro Prassetiyo, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 2
Persaingan perusahaan dalam perindustrian sekarang ini sangat membutuhkan strategi atau kekuatan yang tepat untuk dapat selalu bertahan. Seringkali strategi perusahaan dalam pemenuhan produksinya menggunakan sub kontrak, peluang ini sering dimanfaatkan oleh suatu instansi tertentu untuk membantu perusahaan tersebut. Salah satu instansi yang bergerak pada bidang tersebut antara lain Small Scale Manufacturing Laboratory (SSML) di Jurusan Teknik Industri Institut Teknologi Nasional Bandung. SSML didirikan dengan tujuan sebagai suatu unit usaha oleh partner kerja untuk pemanfaatan mesin-mesin yang berada di dalamnya, disamping sebagai sarana penunjang praktikum bagi mahasiswa. Permasalahan yang muncul adalah pada penentuan ongkos pembuatan suatu produk yang akan ditawarkan oleh pengguna SSML (partner kerja) kepada perusahaan yang akan mengajukan pesanan. Penentuan ongkos pembuatan produk tersebut dianggap cukup rumit, sebab harus disesuaikan dengan biaya-biaya yang akan muncul dalam pembuatan produk tersebut. Terutama biaya overhead pabrik yang berkaitan dengan pembuatan produk. Disamping keakuratan penentuan ongkos produksi, dibutuhkan pula keefektifan dan efisiensi dalam pelaksanaannya. Untuk itu butuh penelitian mengenai penentuan model perhitungan harga pokok produksi (HPP), dengan mempertimbangkan karakteristik setiap proses produksinya dan segi biaya yang akan terlibat dalam pemenuhan pesanan dari suatu perusahaan. Metode yang digunakan dalam penentuan model perhitungan HPP adalah metode activity-based object costing (ABOC)-job order costing. Pengolahan data dalam penelitian ini meliputi penentuan model perhitungan HPP berdasarkan metode ABOC- job order costing, perencanaan proses pemesinan menggunakan software NX4 UGS. Untuk mempermudah dan mempercepat proses perhitungan, maka dibutuhkan pembuatan aplikasi software. Hasil perhitungan HPP dari setiap produk yang diproses pada mesin Vertical Machining Center (VMC) antara lain untuk mold coreplate karet kopling sebesar Rp264.937,16; mold cavity karet kopling sebesar Rp374.755,97; mold gesper female sebesar Rp725.625,09; dan mold gesper male sebesar Rp566.887,79. Hasil penelitian ini menghasilkan model perhitungan HPP dengan komponen-komponen ongkos yang memiliki kontribusi cukup besar dengan keterlibatan suatu ongkos terhadap kegiatan mesin VMC. Komponen-komponen ongkos tidak langsung yang terpilih antara lain biaya coolant, upah programmer, upah drafter, upah inspektor, biaya oli slider, biaya oli kompresor, biaya tooling, biaya utilitas, depresiasi, dan biaya administratif. Dari hasil penelitian tersebut terjadi perbedaan selisih nilai HPP antara model teoritis dan praktisi, dimana nilai HPP model teoritis lebih rendah disbanding dengan model praktisi. Sehingga pada kasus perhitungan HPP untuk produk-produk dalam penelitian ini, nilai HPP model teoritis lebih menghasilkan nilai HPP yang kompetitif dan partner kerja akan dapat lebih berpeluang besar untuk mendapatkan tender dari suatu perusahaan.