// <![CDATA[USULAN RANCANGAN PENGUKURAN KINERJA MENGGUNAKAN BALANCED SCORECARD ( BSC ) ( STUDI KASUS PERSPEKTIF PEMBELAJARAN DAN PERTUMBUHAN DI INSTITUT TEKNOLOGI NASIONAL )]]> BINSAR DICKY JULTRIAS / 13.2004.132 Penulis 0422037203 - Sugih Arijanto ST.,M.M Dosen Pembimbing 2 9900980216 - Ambar Rukmi Harsono Ir., M.T. Dosen Pembimbing 1
Institut Teknologi Nasional adalah salah satu perguruan tinggi swasta yang ada di Indonesia. Setiap perguruan tinggi dituntut untuk dapat mengembangkan setiap kinerjanya agar dapat bersaing dengan perguruan tinggi lainnya, untuk mendapatkan minat dari calon mahasiswa dalam memilih perguruan tinggi tersebut. Pengukuran kinerja yang dilakukan dapat melihat pencapaian visi dan misi perguruan tinggi tersebut. Visi dan misi dapat dicapai dengan menerapkan strategi yang baik. Strategi yang baik dapat diukur dengan indikator-indikator yang digunakan dalam pengukuran kinerja tersebut. Pengukuran kinerja yang dilakukan oleh Itenas selama ini merupakan pengukuran kinerja yang masih bersifat parsial dan belum terintegrasi. Metode Balanced Scorecard adalah metode yang menerjemahkan visi, misi, dan strategi ke dalam seperangkat ukuran menyeluruh yang memberi kerangka kerja bagi pengukuran dan manajemen strategis (Kaplan dan Norton, 1996). Balanced Scorecard menyatakan adanya keseimbangan antara perspektif finansial, perspektif pelanggan, perspektif proses bisnis internal, serta perspektif pembelajaran dan pertumbuhan. Penelitian tugas akhir ini adalah usulan rancangan pengukuran kinerja menggunakan Balanced Scorecard melalui perspektif pembelajaran dan pertumbuhan. Penelitian ketiga perspektif lainnya yaitu finansial (Herinda, 2008), perspektif pelanggan (Naldo, 2008), dan perspektif proses bisnis internal (Dermawan, 2008). Langkah-langkah dalam pengukuran kinerja ini adalah pengumpulan data umum Itenas seperti sejarah Itenas, penentuan unit bisnis, evaluasi sistem pengukuran kinerja, data visi, misi, dan strategi Itenas. Setelah dilakukan pengumpulan data langkah selanjutnya adalah penguraian visi, misi, dan strategi Itenas ke dalam setiap perspektif berdasarkan kriteria dari masing-masing perspektif. Penguraian visi dan misi ini dilakukan oleh top level management dan tim perancang Balanced Scorecard, sedangkan strategi uraian diperoleh berdasarkan rencana strategi Itenas 2006-2010. Langkah selanjutnya adalah penentuan tujuan strategis perspektif pembelajaran dan pertumbuhan, kemudian penentuan key performance indicator. Key performance indicator yang akan digunakan hanya terdiri dari beberapa indikator, di mana indikator tersebut merupakan indicator yang paling berpengaruh dalam pencapaian visi dan misi. Langkah berikutnya adalah pengelompokan strategi ke dalam kategori Kaplan dan Norton, pengumpulan data yang berhubungan dengan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan, dan penentuan nilai key performance indicator. Langkah terakhir dalam penyusunan Balanced Scorecard adalah penentuan diagram sebab akibat, di mana diagram ini akan menunjukkan keterkaitan antara masing-masing perspektif. Key performance indicator yang terdapat pada perspektif pembelajaran dan pertumbuhan adalah persentase dosen yang mengikuti pelatihan SCL, persentase dosen yang mendapatkan hibah penelitian, jumlah dosen dan karyawan yang mengikuti pelatihan software, kecepatan dan ketepatan memperoleh informasi, persentase dosen yang melakukan pengabdian kepada masyarakat, persentase dosen yang memiliki gelar S2 dan S3, rata-rata kepuasan dosen dan karyawan, jumlah pelatihan berkelanjutan untuk peningkatan kompetensi profesional dosen dan karyawan, persentase dosen dan karyawan yang telah mengikuti pelatihan manajemen mutu, jabatan akademik dosen. Hasil pengukuran kinerja berdasarkan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan adalah indikator kecepatan dan ketepatan memperoleh informasi, indikator persentase dosen yang memiliki gelar S2 dan S3, serta indikator persentase jabatan akademik dosen yang memiliki nilai indikatornya cukup baik, sedangkan indikator lainnya belum cukup memberikan gambaran pencapaian visi dan misi. Berdasarkan keseluruhan perspektif, kondisi Itenas sudah cukup baik, tetapi masih perlu dilakukan evaluasi serta perbaikan agar dapat meningkatkan kinerja secara keseluruhan.