// <![CDATA[USULAN RANCANGAN PENGUKURAN KINERJA MENGGUNAKAN BALANCED SCORECARD ( BSC ) ( STUDI KASUS PERSPEKTIF FINANCIAL DI INSTITUT TEKNOLOGI NASIONAL )]]> NANDA DWI HERINDA / 13.2004.150 Penulis 0422037203 - Sugih Arijanto ST.,M.M Dosen Pembimbing 2 9900980216 - Ambar Rukmi Harsono Ir., M.T. Dosen Pembimbing 1
Institut Teknologi Nasional (Itenas) adalah salah satu perguruan tinggi yang ada di Indonesia, untuk menghadapi persaingan antara perguruan tinggi strategi yang digunakan harus tepat. Itenas saat ini ingin melakukan pengukuran kinerja secara terintegrasi karena pengukuran kinerja yang telah dilakukan sebelumnya masih bersifat parsial. Salah satu pengukuran kinerja yang ingin dilakukan adalah pengukuran kinerja di bidang finansial. Pengukuran kinerja ini dilakukan untuk melihat pencapaian visi dan misi oleh strategi yang telah ada. Metode pengukuran kinerja terintegrasi yang digunakan pada penelitian ini adalah metode Balanced Scorecard (BSC). Hal tersebut dikarenakan metode Balanced Scorecard (BSC) memiliki empat perspektif yaitu perspektif finansial, perspektif pelanggan, perspektif proses bisnis internal, serta perspektif pembelajaran dan pertumbuhan. Balanced Scorecard (BSC) menurut Mulyadi (2007) adalah alat kontemporer yang didesain untuk meningkatkan kemampuan perusahaan dalam melipatgandakan kinerja keuangan luar biasa secara berkesinambungan dan keunggulan Balanced Scorecard (BSC) menurut Mulyadi (2007) yaitu komprehensif, koheren, berimbang, dan terukur. Pengukuran kinerja yang dilakukan untuk penelitian ini adalah pengukuran kerja finansial, sedangkan penelitian untuk ketiga perspektif yang lain yaitu pelanggan (Naldo, 2008), proses bisnis internal (Dermawan, 2008), serta pembelajaran dan pertumbuhan (Jultrias, 2008). Tahapan yang dilakukan pada saat penelitian adalah tahap pendahuluan terdiri dari identifikasi masalah dan penentuan metode yang digunakan dalam penelitian, tahap pengumpulan dan pengolahan data terdiri dari pengumpulan data umum Itenas, penguraian visi, misi, dan strategi Itenas ke masing-masing perspektif, penentuan tujuan strategis yang diturunkan dari strategi yang terdapat dalan Rencana Strategis tahun 2006-2010, penentuan key performance indicator (KPI), penentuan nilai KPI, dan penentuan diagram sebab akibat antar perspektif yang bertujuan untuk melihat keterkaitan antar perspektif. Output dari penelitian ini yaitu rancangan sistem pengukuran kinerja Itenas dengan menggunakan metode Balanced Scorecard (BSC) dan gambaran mengenai pencapaian visi dan misi Itenas berdasarkan Rencana Strategis 2006-2010. Terdapat 3 indikator di dalam Rencana Strategis tahun 2006-2010 yang digunakan untuk melakukan pengukuran. Indikator yang dikatakan baik pada saat penelitian adalah rasio Dupont. Di dalam Rencana Strategis tahun 2006-2010 terdapat indikator-indikator yang tidak digunakan karena masih bersifat kualitatif. Hasil dari pengukuran kinerja terintegrasi (perspektif finansial, perspektif pelanggan, perspektif proses bisnis internal, serta perspektif pembelajaran dan pertumbuhan) yang telah dilakukan dapat dijadikan dasar evaluasi bagi Itenas dalam pencapaian visi dan misi oleh strategi yang ada. Selain itu dari penelitian didapatkan bahwa Itenas harus membuat penguraian visi dan misi yang jelas serta detail, dan Itenas harus menurunkan strategi yang terdapat dalam Rencana Strategis tahun 2006-2010 berdasarkan penguraian visi dan misi supaya terdapat keterkaitan antara visi, misi, dan strategi.