BANDUNG INLINE SKATE BANKTRACK
Bandung Inline Skate Banktrack merupakan suatu sarana olahraga yang menawarkan sensasi yang berbeda bagi masyarakat kota bandung, terutama para pecinta olahraga ekstrim. Proyek tugas akhir ini berlatar belakang pada keadaan yang terjadi pada saat ini di kota Bandung, dimana Inline Skate sebagai salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan di PON tidak mempunyai tempat latihan yang dikhususkan di Bandung, bahkan di Jawa Barat. Sementara itu di lain hal, Inline Skate merupakan salah satu cabang olahraga yang prioritaskan untuk mendapatkan medali emas pada pertandingan-pertandingan dan kejuaraan sehingga Jawa Barat dapat menjadi Juara Umum kembali seperti awal tahun 90-an. Bandung Inline skate Backtrack secara fisik memiliki fasilitas entertainment yang secara aktif maupun pasif yang diharapkan mampu menumbuh kembangkan minat masyarakat terhadap olahraga, terutama olahraga inline skate. Selain itu keterkaitan antara pemilihan lahan di lap.saparua dan fungsi bangunan sebagai backtrack inline skate ialah karena ketentuan dari rencana tata ruang wilayah dari Lap. Saparua ialah sebagai ruang hijau dalam rota dan sarana olahraga. Hal tersebut ditambahkan pula karena lokasi Saparua yang strategis dirasa menunjang visi Bandung Inline Skate Backtrack untuk memasyarakatkan olaharaga sepatu roda. Tema yang diambil dalam proyek tugas akhir ini adalah keterbukaan dalam Arsitektur (Open Architecture). Tema ini diambil melalui pendekatan fungsi dan sifat yang ditimbulkan oleh pengguna. Perencanaan fungsi bangunan ini adalah sebagai sarana aktivitas olahraga, maka sportifitas - jujur - terbuka erat kaitannya dengan sifat pengguna bangunan tersebut. Keterbukaan dalam Arsitektur disini dapat berkaitan dengan sistem penghawaan dan pencahayaan alami, transparansi, ekspos struktur bangunan dan lain-lain. Dimana hal-hal tersebut dapat mendukung aktivitas didalam bangunan ini. Selain itu Tema ini juga berkaitan dengan tujuan direncanakannya fasilitas banktrack ini, yaitu untuk memperkenalkan Inline Skate terdapat khalayak ramai. Perencanaan proyek ini diawali dengan menganalisa kondisi tapak, kebutuhan ruang dan aktivitas yang akan terjadi. Setelah proses perencanaan, kebutuhan ruang yang dibutuhkan disesuaikan dengan luas tapak. Proses perencanaan menjadi titik awal untuk dilanjutkan menuju proses perancangan. Kemudian, segala aspek yang telah dituangkan dalam proses perencanaan dilanjutkan menjadi proses perancangan yang utuh. Metoda yang digunakan adalah metoda analisis yang dilakukan meliputi tahap pengumpulan data (studi literatur, observasi lapangan, wawwnacara, studi banding, seleksi) tahap analiasisa dan sinstesis dan tahap pengembangan konsep. Proses konsep perencanaan ini mengacu pada hasil analisis dan studi pembelajaran berdasarkan tema dan judul yang diambil. dengan adanya proyek ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam pengolahan tema dan judul serta pengembangan pola pembelajaran dan bangunan dengan fungsi olahraga yang diharapkan akan meningkatkan potensi sumberdaya manusia dan menumbuhkan budaya olahraga.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2010).BANDUNG INLINE SKATE BANKTRACK ().Arsitektur:FTSP
Chicago Style
.BANDUNG INLINE SKATE BANKTRACK ().Arsitektur:FTSP,2010.Text
MLA Style
.BANDUNG INLINE SKATE BANKTRACK ().Arsitektur:FTSP,2010.Text
Turabian Style
.BANDUNG INLINE SKATE BANKTRACK ().Arsitektur:FTSP,2010.Text