// <![CDATA[USULAN STRATEGI UNTUK MENINGKATKAN KEPUASAN KONSUMEN DENGAN MENGGUNAKAN ANALISIS IMPORTANCE - PERFORMANCE MATRIX DI HYPERMART BIP.]]> DONNY ARI SAPUTRA / 13.2000.064 Penulis Prof. Dr. Harsono Taroepratjeka, M.S.E Dosen Pembimbing 1 0425127201 - Hendang S. Rukmi, ST,, M.T. Dosen Pembimbing 2
Hypermart adalah sebuah perusahaan yang menyediakan jasa layanan belanja di kota Bandung. Pada saat ini, banyak bermunculan perusahaan-perusahaan sejenis yang menyebabkan intensitas persaingan dalam meraih pelanggan semakin meningkat. Hal ini merupakan ancaman bagi hypermart sehingga hypermart perlu untuk meningkatkan kualitas pelayanannya. Penelitian ini bertujuan memberikan usulan strategi untuk meningkatkan kualitas pelayanan hypermart dengan menggunakan metode Importance-Performance Matrix terhadap atribut karakteristik kepentingan dan kepuasan konsumen. Atribut-atribut kepentingan dan kepuasan konsumen tersebut didapat dari 5 dimensi utama kualitas pelayanan jasa Parasuraman, Zeithaml, dan Berry (1991), yaitu reliability (keandalan), responsiveness (daya tanggap), assurance (jaminan), emphaty (empati) dan tangible (kasat mata). Kualitas pelayanan dapat dilihat dari tingkat kepuasan konsumennya. Ketidakpuasan konsumen dapat terjadi karena terdapat ketidaksesuaian antara pelayanan yang diharapkan (expected service) dengan pelayanan yang dirasakan (perceived service) terhadap kelima dimensi tersebut. Maka dari itu perlu diketahui mengenai tingkat kepentingan dan kepuasan konsumen sehingga dapat dilihat hubungan antara keduanya. Metoda pengolahan data menggunakan kuisioner yang terdiri dari kuisioner pendahuluan dan kuisioner penelitian, dan yang menjadi responden pada penelitian ini adalah konsumen hypermart yang datang dengan frekuensi minimal 1 bulan sekali. Dari pengolahan data diperoleh atribut-atribut yang berada pada kuadran 1 adalah variabel 13 (Selalu menyediakan produk yang lengkap), Solusi yang diusulkan untuk masalah tersebut adalah hypermart menambah jumlah item barang yang dibutuhkan oleh konsumen dari berbagai supplier yang memiliki produk dengan harga dan kualitas yang baik. Variabel 15 (Pramuniaga cepat tanggap terhadap keluhan konsumen). Solusi yang diusulkan untuk mengatasi masalah tersebut, pada saat ini pihak manajemen mencoba memberikan training bagi para pramuniaganya. Dengan diterapkannya hal tersebut diharapkan konsumen merasa puas dan dapat merasa lebih nyaman pada saat berbelanja di hypermart. Variabel 24 (Pelanggan merasa cukup aman dari resiko api/kebakaran, kecelakaan/luka dari kejatuhan barang dan penipuan ketika berada di hypermart), Solusi untuk masalah tersebut adalah pihak manajemen sebaiknya perlu memberikan himbauan kepada para sales promotion girl (SPG) atau sales promotion boy (SPB) suatu produk untuk memberikan informasi dengan jelas, benar dan dapat dipercaya. Variabel-variabel yang berada pada kuadran 1 ini harus diprioritaskan untuk diperbaiki karena tingkat kepentingan yang tinggi dan tingkat kepuasan konsumen yang rendah.