// <![CDATA[USULAN BRAND EQUITY TEN BERDASARKAN ASSOCIATIONS MEASURES DAN PERCEIVED QUALITY / LEADERSHIP MEASURES.]]> LUDHY KUSUMA ROBBY / 13.2003.037 Penulis 0422037203 - Sugih Arijanto ST.,M.M Dosen Pembimbing 2 9900980216 - Ambar Rukmi Harsono Ir., M.T. Dosen Pembimbing 1
Untuk memenuhi segala kebutuhan dalam berkendara, maka beberapa perusahaan mengeluarkan motor jenis matic seperti Yamaha mengeluarkan Mio dan Nuovo, Suzuki mengeluarkan Skywave dan Spin serta Honda mengeluarkan Vario. Motor jenis ini dikeluarkan dengan melihat kondisi psikologis dari para pengendara, yang sangat mengharapkan kenyamanan di dalam mengendarai sebuah motor, karena motor jenis matic memiliki transmisi yang berjalan secara otomatis, tidak seperti motor dengan transmisi manual yang terkadang membuat setiap pengendara harus berulang kali memindahkan gigi. Berdasarkan majalah SWA edisi 18 tanggal 21 Agustus - 3 September 2008, skuter matic yang sedang bersaing dengan ketat adalah Honda Vario dan Yamaha Mio . Perusahaan Honda mengeluarkan produk Vario pada tahun 2006 dikarenakan peluang pasar pada tahun tersebut masih cukup besar. Untuk mendapatkan pangsa pasar yang cukup baik merupakan hal yang tidak mudah bagi pihak Honda, dikarenakan Honda Vario harus menghadapi beberapa produk pesaing dimana yang menjadi pemimpin pasar pada saat ini yaitu Yamaha Mio. Untuk mendapatkan peluang pasar yang cukup baik, salah satu caranya adalah dengan mengembangkan merek. Supaya dapat memberikan rencana langkah strategis perusahaan, maka perusahaan perlu memperhatikan brand equity (ekuitas merek), sehingga perusahaan dapat memenangkan persaingan. Ekuitas merek adalah seperangkat aset dan liabilitas merek yang berkaitan dengan suatu merek, nama dan simbolnya, yang menambah atau mengurangi nilai yang diberikan oleh sebuah barang atau jasa kepada perusahaan atau para pelanggan perusahaan (Aaker, 1997). Model Brand Equity Ten merupakan suatu model yang dikembangkan oleh Aaker. Dalam model Brand Equity Ten, pengukuran dikelompokan dalam lima kategori, yaitu kesadaran merek (awareness measures), perilaku pasar (market behaviour measures), asosiasi merek (associations measures), persepsi kualitas/kepemimpinan (perceived quality/leadership measures), loyalitas merek (loyalty measures). Atribut-atribut yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : perceived value (persepsi nilai), brand personality (kepribadian merek), organizational associations (asosiasi organisasi), perceived quality (persepsi kualitas), dan leadership (kepemimpinan). Sedangkan kelima atribut lainnya dibahas pada penelitian yang dilakukan oleh Nurmansyah tahun 2008, antara lain adalah : brand awareness (kesadaran merek), market share (pangsa pasar), market price and distribution coverage (harga pasar dan jangkauan distribusi), price premium (harga optimum), satisfaction / loyalty (kepuasan / loyalitas). Berdasarkan perhitungan untuk masing-masing elemen, Honda Vario memiliki nilai indeks sebesar 52.90 dan Yamaha Mio 62.33. Yang menjadi keunggulan Honda Vario adalah pada elemen perceived value, brand personality, organizational associations, market price, distribution coverage, dan perceived quality, sedangkan Yamaha Mio unggul dalam elemen brand awareness, market share, price premium, leadership/popularity, dan loyalty/satisfaction. Berdasarkan analisis yang dilakukan, maka terdapat 2 hal yang perlu diperhatikan oleh Honda Vario. Pertama Honda Vario tidak akan bisa bersaing secara langsung dengan Yamaha Mio dalam segi harga, hal ini dikarenakan Honda Vario bermain dalam segmen yang berbeda. Dan dari awal kemunculannya pun pihak perusahaan hanya bertujuan untuk menginformasikan salah satu produk andalannya yang terdepan dalam hal teknologi. Kedua sangat sulit sekali untuk menyaingi market share Yamaha Mio., kecuali jika pihak perusahaan melakukan perubahan dalam hal desain, pengurangan fitur-fitur yang akan berakibat harga jualnya menjadi lebih kompetitif dengan Yamaha Mio dan berujung kepada pembuatan merek baru seperti yang dilakukan saat ini, yaitu pengeluaran Honda Beat. Untuk itu pihak perusahaan dapat terus melakukan peningkatan kesadaran merek dengan cara menggunakan sebuah slogan yang menarik, menggunakan jingle iklan yang menarik, publisitas melalui jalur iklan, sponsor suatu kegiatan, dan menggunakan tanda-tanda (clues).