// <![CDATA[RANCANGAN KONSEP ANTROPOMETER DENGAN MENGGUNAKAN MATRIKS HOUSE OF QUALITY ( HOQ ).]]> FAURIZA SRIWULANDARI / 13.2003.040 Penulis 0409066802 - Caecilia Sri Wahyuningsih, Ir., MT. Dosen Pembimbing 1 0430127601 - Arie Desrianty S.T., M.T. Dosen Pembimbing 2
Kursi antropometri adalah salah satu alat untuk mengukur dimensi tubuh. Menurut praktikan pada saat ini kursi antropometri yang terdapat di Laboratorium APK&E Jurusan Teknik dan Manajemen Industri ITENAS dirasa kurang memberikan hasil yang akurat dan tidak mudah dalam penggunaannya. Hal ini disebabkan karena cara pengukuran yang masih manual dan masih menggunakan meteran yang bisa menimbulkan kesalahan pembacaan pengukuran, serta menghasilkan pengukuran yang kurang akurat, sehingga perlu dilakukan perbaikan pada alat ukur tersebut. Keinginan pengguna (praktikan) dan penyedia ( koordinator Lab. APK&E dan Asisten Lab. APK&E) yang sangat bervariasi dan selalu berkembang perlu dipertimbangkan sebagai upaya mempertahankan performansi dari kursi antropometer. Evaluasi terhadap kelemahan dan kekurangan antropometer yang sudah ada dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada pengguna dan penyedia. Perancangan dan pengembangan produk antropometer yang disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan pengguna dan penyedia dilakukan dengan membentuk matriks House of Quality (HOQ). Rancangan konsep produk antropometer dikembangkan berdasarkan antropometer yang sudah ada. Hasil yang diperoleh dari matriks House of Quality adalah urutan prioritas dan target yang ingin dicapai oleh pengguna dan penyedia untuk setiap technical response. Terdapat 12 atribut dan 23 technical response yang dijadikan acuan perbaikan antropometer. Berdasarkan hasil analisis terdapat 14 technical response yang dijadikan dasar dalam pembuatan alternatif rancangan produk, yaitu skala ukuran, kualitas bahan, jenis sambungan, letak display, proses produksi, jenis display, dimensi, bahasa petunjuk, petunjuk, desain, jenis pengukuran dimensi tubuh manusia, berat, sensor, dan handy atau pegangan. Rancangan produk dipilih berdasarkan proses seleksi konsep yang dilakukan pada tiga alternatif pada rancangan antropometer tersebut. Rancangan produk terpilih adalah rancangan produk yang mengunakan skala ukuran mm (milimeter), bahan bakunya alumunium, letak display di setiap lengan ukur, jenis displaynya digital, menggunakan dua bahasa petunjuk yaitu Bahasa Indonesia dan bahasa Inggris dan adanya buku petunjuk penggunaan, didesain untuk dapat dibongkar pasang, adanya sensor bunyi untuk pengukuran dimensi tubuh, dan terdapat handy atau pegangan unuk mempermudah pemindahan alat ukur.