// <![CDATA[RANCANGAN SISTEM KERJA BERDASARKAN HASIL EVALUASI SOFTWARE ERGOWEB JOB EVALUATOR TOOLBOX. ( STUDI KASUS DI PT. GRANESIA BANDUNG ).]]> ANDITANIA RACHMA / 13.2004.058 Penulis 0409066802 - Caecilia Sri Wahyuningsih, Ir., MT. Dosen Pembimbing 1 0430127601 - Arie Desrianty S.T., M.T. Dosen Pembimbing 2
PT. Granesia adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang percetakan yang dalam kegiatan produksinya masih terdapat kegiatan pengangkatan dan pemindahan secara manual yang dilakukan secara berulang-ulang (repetitive). Hal ini sangat berisiko terhadap timbulnya kecelakaan kerja yang menyebabkan cidera terhadap operator. Oleh sebab itu diperlukan suatu cara untuk meminimisasi timbulnya kecelakaan kerja yaitu dengan melakukan evaluasi system kerja dengan pendekatan ergonomi. Berdasarkan pendekatan ergonomi maka sistem kerja yang dievaluasi meliputi evaluasi terhadap postur kerja operator, stasiun kerja, serta alat bantu yang digunakan. Alat bantu yang digunakan untuk mengevaluasi sistem kerja di PT. Granesia adalah software Ergoweb Job Evaluator Toolbox (JET). Evaluasi sistem kerja diawali dengan melakukan proses identifikasi terhadap kondisi-kondisi yang berhubungan dengan cidera kerja yang mungkin terjadi pada setiap stasiun kerja menggunakan checklist Ergoweb Toolbox Risk Identification Survey dan Walk-Trough Checklist for Upper Extremity Cumulative Trauma Disorders. Kedua checklist tersebut mengarahkan penelitian pada metode analisis yang terpilih untuk mengevaluasi sistem kerja di PT Granesia. Hasil dari software Ergoweb JET diperoleh metode analisis yang digunakann untuk mengevaluasi sistem kerja. Metode analisis tersebut yaitu Liberty Mutual Maximum Acceptable Weight Tools, AAMA / Barnard Metabolic Tool, Strain Index, dan RULA . Berdasarkan hasil analisis, terdapat dua elemen kerja yang berisiko terhadap timbulnya kecelakaan kerja pada operator. Pertama, berdasarkan metode AAMA/ Barnard Metabolic Tool teridentifikasi permasalahan pada proses pemindahan koran ke trolley yang disebabkan oleh jumlah kebutuhan energi untuk bekerja (JER) sebesar 5,18 kcal/min yang melebihi kapasitas fisik operator sebesar 4,71 kcal/min. Kedua, proses transport koran jadi ke bagian pengepakan yang disebabkan oleh berat beban sebesar 247 kg melebihi batas beban maksimum berdasarkan metode liberty mutual maximum acceptable weight tools sebesar 19 kg, serta postur tubuh bagian atas operator yang memberikan nilai strain index yang besar yaitu 27. Oleh sebab itu diperlukan perbaikan fasilitas dan cara penanganan material.