// <![CDATA[BRAND EQUITY POWERADE SPORT BERDASARKAN ANALISIS ASSOCIATIONS MEASURES DAN PERCEIVED QUALITY / LEADERSHIP MEASURES ( STUDI KASUS DI PT. COCA - COLA BOTTLING INDONESIA ).]]> ROKY HENDRA GUSVIZON / 13.2003.055 / TI Penulis 0401066902 - Yuniar, S.T., M.T Dosen Pembimbing 1 0422037203 - Sugih Arijanto ST.,M.M Dosen Pembimbing 2
Brand Equity Ten merupakan suatu metoda pengembangan pengukuran Brand Equity yang dikembangkan oleh Aaker (1997). Menurut Aaker (1997) Brand Equity merupakan serangkaian aset dan kewajiban (liability) merek yang terkait dengan sebuah merek, nama, simbol, yang menambah atau mengurangi nilai yang diberikan oleh sebuah produk atau jasa baik kepada perusahaan dan/atau pelanggan perusahaan tersebut. PT. Coca-Cola Bottling Indonesia (PT CCBI) merupakan suatu perusahaan yang bergerak dibidang minuman siap saji (ready to drink). Selain memproduksi minuman berkarbonasi, PT CCBI juga meluncurkan minuman isotonik dengan merek PowerAde Sports. PowerAde Sports merupakan merek minuman isotonik yang diluncurkan pada tahun 1990 dan merupakan minuman isotonik yang sukses di dunia. PowerAde Sports masuk kepasar minuman isotonik di Indonesia pada awal tahun 2006. Sebagai pemain baru dipasaran minuman isotonik di Indonesia, diharapkan PowerAde Sports mampu bersaing dan memenangkan persaingan dengan minuman isotonik lainnya dengan cara membangun citra merek yang kuat di benak konsumen. Untuk itu diperlukanlah suatu metoda anlisis untuk mengetahui elemen brand equity yang dimiliki oleh PowerAde Sports. Sebagai produk pembanding maka dipilih merek Pocari Sweat. Hal ini dikarenakan Pocari Sweat merupakan pemain lama minuman isotonik di Indonesia (1990) yang telah memiliki pangsa pasar yang sangat besar (market leader). Metoda Brand Equity Ten memiliki lima kategori pengukuran yaitu Awarenes Measures, Loyality Measures, Market Behaviour Measures, Associations Measures, Perceived Quality/Leadership Measures. Akan tetapi dalam penelitian ini yang diukur hanya kategori Associations Measures, Perceived Quality/Leadership Measures, sedangkan tiga kategori lainnya dilakukan pengukuran oleh Ginanjar (2008) yang nantinya semua nilai yang diperoleh disatukan untuk dilakukan analisis lebih lanjut. Pada kategori Association Measures terdapat tiga elemen yaitu perceived value, perceived quality, brand personality. Ketiga elemen ini berguna untuk mengetahui asosiasi-asosiasi yang terbentuk dibenak konsumen mengenai kedua merek tersebut. Sedangkan untuk kategori Perceived Quality/Leadership Measures terdiri dari perceived quality dan leadership popularity. Elemen perceived quality digunakan untuk mengetahui persepsi masyarakat mengenai kualitas yang ditawarkan oleh masing-masing merek. Sedangkan pada leadership/popularity digunakan untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap tingkat popularitas dari suatu merek. Berdasarkan hasil indeks yang diperoleh berdasarkan nilai indeks association measures, perceived quality , leadership/popularity, nilai indeks PowerAde Sports berada dibawah nilai indeks Pocari Sweat dengan selisih angka yang cukup tipis. Sedangkan secara keseluruhan, nilai Brand Equity Ten Index PowerAde Sports yaitu 64,87 sedangkan Pocari Sweat 73,08. Ini artinya nilai equitas merek PowerAde Sports masih berada dibawah nilai Pocari Sweat dengan selisih 8,21. Dari keseluruhan elemen, nilai PowerAde Sports hanya unggul dalam hal distribution coverage, dan yang memiliki nilai yang sama dengan Pocari Sweat yaitu pada elemen market price. Dari hasil yang diperoleh dari Brand Equity Ten Index, diharapkan dapat menjadi masukan bagi pihak PT CCBI dalam menentukan langkah-langkah guna menghadapi persaingan serta memenangkan persaingan dengan merek isotonik lainnya.