// <![CDATA[USULAN DELIVERY SEQUENCE DAN ALOKASI ALAT TRANSPORTASI UNTUK EFISIENSI BIAYA PENGIRIMAN ICE CREAM WALL`S ( STUDI KASUS DI CV. PRIMA RASA ABADI ).]]> ADITYO HARYOKUSUMO / 13.2003.013 / TI Penulis Prof. Dr. Harsono Taroepratjeka, M.S.E Dosen Pembimbing 1 0425107701 - Hendro Prassetiyo, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 2
Untuk menciptakan keunggulan berkompetisi, perusahaan tidak lagi bisa mengandalkan cara-cara tradisional dalam mendistribusikan produk-produk mereka. Perkembangan teknologi dan inovasi dalam manajemen distribusi memungkinkan perusahaan untuk menciptakan kecepatan waktu kirim serta efisiensi yang tinggi dalam jaringan distribusi mereka, sesuatu yang sangat dipentingkan oleh pelanggan dewasa ini. CV. Prima Rasa Abadi merupakan perusahaan yang bergerak dibidang pendistribusian produk Ice Cream Wall’s atau distributor, CV. Prima Rasa Abadi ini diberi batasan wilayah oleh PT. Unilever Indonesia dalam mendistribusikan Ice Cream Wall’s yaitu sebagian wilayah Bandung dan sebagian wilayah selatan Jawa Barat. Kegiatan yang dilakukan oleh distributor yaitu menyalurkan produk kepada retailer, supermarket/hypermarket, dan agen penjual Ice Cream Wall’s keliling. Jalur pengantaran Ice Cream Wall’s yang digunakan perusahaan saat ini menghasilkan ongkos pengantaran yang cukup besar. Ongkos pengantaran yang besar ini terjadi karena besarnya jarak total yang harus dilalui alat angkut dan alokasi alat angkut yang tidak tepat (mengalokasikan alat angkut dengan kapasitas besar pada jalur dengan beban angkut total yang kecil). Oleh karena itu permasalahan tersebut dapat diselesaikan dengan melakukan pendekatan heuristic terhadap permasalahan dengan menggunakan algoritma metode routing. Metoda routing adalah sebuah metoda yang digunakan untuk mendapatkan urutan pengantaran (delivery sequence) pada jalur transportasi. Tujuan utama dari metoda Routing ini adalah untuk mendapatkan penghematan terbesar dari sebuah jalur transportasi dengan menggunakan sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan. Setelah memperoleh jalur baru yang didapat dari metoda routing maka dilakukan perhitungan ongkos dan waktu pengantaran sebagai analisis terhadap kondisi jalur transportasi yang digunakan saat ini. Hasil yang didapat berdasarkan jalur distribusi yang diusulkan yaitu jalur distribusi yang diusulkan tidak menganut sistem distrik karena dalam penentuan delivery sequence mempertimbangkan beban angkut dan jarak tempuh. Jalur distribusi yang diusulkan lebih efisien dibandingkan jalur distribusi kondisi saat ini, karena waktu tempuh dan jarak jalur distribusi yang diusulkan disesuaikan dengan jam kerja. Jalur distribusi yang diusulkan memiliki biaya operasional yang lebih murah dibandingkan dengan jalur distribusi kondisi saat ini. Jalur distribusi yang diusulkan menggunakan 2 unit alat transportasi yaitu 1 unit Toyota Dyna 110ET dan 1 unit Mitsubishi Colt 100ps.