USULAN PERBAIKAN STASIUN KERJA BERDASARKAN METODA CUMULATIVE TRAUMA DISODERS ( CTDS ) RISK INDEX ( STUDI KASUS DI PT. PINDAD ).
PT.PINDAD (Persero) Bandung merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang militer dan manufaktur. Salah satu departemen yang terdapat di PT.PINDAD yaitu Departemen PRASKA (dibawah Divisi Tempa & Cor), proses pekerjaannya masih dilakukan secara manual dan stasis dengan tingkat repetitive yang sangat tinggi. Saat ini fasilitas kerja dan tools tidak ergonomis, tinggi meja kerja tidak sesuai dan posisi kerja yang canggung sehingga dapat membuat operator pada saat bekerja merasa kurang nyaman.
Stasiun kerja yang terdapat pada Departemen PRASKA sebagian besar menggunakan peranan dari anggota tubuh bagian atas (bahu, perbatasan tubuh dan lengan atas, lengan atas, siku, lengan bawah, dan tangan). Semua pekerjaan dilakukan dengan cara statis dan manual (adanya kontak antara manusia dengan benda kerja) serta tingkat repetitive yang sangat tinggi dan siklus pekerjaan kurang dari 30 detik. Operator bekerja dengan cara kerja dan posisi yang kurang baik Dengan pekerjaan tersebut dapat mengindikasikan timbulnya risiko cidera yang berakumulasi.
Untuk melihat stasiun kerja kritis yang dapat menimbulkan risiko cidera berakumulasi, dilakukan analisis dengan cara menggunakan kuesioner Michigan Cheklist. Pada stasiun kerja yang terpilih kemudian dilakukan perhitungan untuk melihat berapa besar level risiko cidera. Tools yang digunakan untuk melihat besar dari level risiko cidera menggunakan metoda CTDs (Cumulative Trauma Disorders)Risk Index. Metoda ini mempertimbangkan 3 faktor, yaitu: frequency factor, force factor dan posture factor. Pada metoda ini, stasiun kerja dianggap kritis dan menyebabkan risiko cidera berakumulasi apabila nilai dari score index lebih dari 1. Usulan perbaikan dilakukan dengan pendekatan ergonomi, yaitu dengan pendekatan antropometri dan fisiologi kerja.
Berdasarkan hasil kuesioner Michigan Checklist, terpilih stasiun kerja meja perbaikan sebagai stasiun kerja kritis. Pada stasiun kerja tersebut, didapatkan nilai dari frequency factor sebesar 1.458, force factor sebesar 1.4 dan posture factor sebesar 0.7. Hasil akhir score index didapatkan sebesar 1.104. Hal ini menjelaskan bahwa hasil dari score index dapat menimbulkan risiko cidera berakumulasi, sehingga perlu dilakukan usulan perbaikan agar nilai score index dapat diperkecil menjadi kurang dari 1.
Untuk frequency factor, usulan perbaikan berupa penambahan jam istirahat dengan pertimbangan konsumsi energi (KE). Sedangkan untuk usulan perbaikan posture factor dilakukan perancangan ulang meja kerja, layout dan hand tools serta perancangan kursi bagi operator. Berdasarkan kondisi stasiun kerja dari hasil usulan perbaikan, didapatkan nilai dari frequency factor 1.404 dan posture factor 0.1. Untuk hasil akhir dari score index setelah usulan perbaikan yaitu sebesar 0.904, sehingga nilai score index dapat diperkecil dan risiko cidera kerja dapat diminimumkan.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2008).USULAN PERBAIKAN STASIUN KERJA BERDASARKAN METODA CUMULATIVE TRAUMA DISODERS ( CTDS ) RISK INDEX ( STUDI KASUS DI PT. PINDAD ). ().Teknik Industri:FTI
Chicago Style
.USULAN PERBAIKAN STASIUN KERJA BERDASARKAN METODA CUMULATIVE TRAUMA DISODERS ( CTDS ) RISK INDEX ( STUDI KASUS DI PT. PINDAD ). ().Teknik Industri:FTI,2008.Text
MLA Style
.USULAN PERBAIKAN STASIUN KERJA BERDASARKAN METODA CUMULATIVE TRAUMA DISODERS ( CTDS ) RISK INDEX ( STUDI KASUS DI PT. PINDAD ). ().Teknik Industri:FTI,2008.Text
Turabian Style
.USULAN PERBAIKAN STASIUN KERJA BERDASARKAN METODA CUMULATIVE TRAUMA DISODERS ( CTDS ) RISK INDEX ( STUDI KASUS DI PT. PINDAD ). ().Teknik Industri:FTI,2008.Text