// <![CDATA[PEMILIHAN KONSEP PERANCANGAN STASIUN KERJA DENGAN METODE FUZZY MULTI - ATTRIBUTES DECISION MAKING ( STUDI KASUS DI CV KURNIA TEKNIK BANDUNG )]]> RIZKIA FIRMANDA / 13.2003.063 / TI Penulis 0409066802 - Caecilia Sri Wahyuningsih, Ir., MT. Dosen Pembimbing 1 0405097701 - Dwi Kurniawan S.T, M.T. Dosen Pembimbing 2
Posisi kerja merupakan salah satu hal penting yang mempengaruhi performansi kerja operator, tetapi seringkali perusahaan mengabaikan posisi kerja operator sehingga operator bekerja dalam posisi kerja yang tidak nyaman sehingga faktor cedera kerja yang dialami oleh operator akan lebih besar. CV. Kurnia Teknik adalah perusahaan manufaktur yang memiliki dua kondisi kerja dalam melakukan proses produksinya. Kondisi proses produksi pertama adalah stasiun kerja yang melakukan proses pemesinan dengan mesin semi-otomatis. Kondisi kerja kedua adalah stasiun kerja yang melakukan proses produksinya secara manual. Pengamatan di seluruh stasiun kerja pada CV. Kurnia Teknik mengindikasikan terjadinya Cumulative Trauma Disorder (CTD) pada pekerjanya. Berdasarkan identifikasi stasiun kerja dengan menggunakan metode Rapid Entire Body Assessment (REBA) dan Rapid Upper Limb Assesment (RULA), didapatkan stasiun kerja kerja bangku merupakan stasiun kerja paling kritis untuk menimbulkan resiko cedera pada pekerja dan perlunya dilakukan perbaikan stasiun kerja secepatnya. Dari hasil Nordic Body Map diperoleh keluhan dari pekerja pada stasiun kerja kerja bangku tersebut yaitu bagian leher, pundak/bahu, punggung,betis, dan pinggang. Posisi operator harus bekerja dalam keadaan membungkuk dalam waktu 8 jam kerja sehingga menimbulkan keluhan pada pekerja. Setelah dievaluasi, permasalahan ini diakibatkan fasilitas kerja berupa kursi yang kurang ergonomis Perbaikan fasilitas kerja dilakukan dengan merancang ulang kursi pada stasiun kerja kerja bangku yang kurang ergonomis. Perancangan kursi mengikuti konsep perancangan produk yaitu identifikasi kebutuhan konsumen dengan Nordic Body Map, penyusunan konsep, dan penyaringan konsep. Tahap akhir perancangan yaitu dengan memilih satu konsep terbaik dengan menggunakan Fuzzy Multi-Attributes Decision Making (MADM) agar konsep stasiun kerja yang terpilih sesuai dengan sistem yang akan digunakan. Penggunaan Fuzzy MADM sendiri dikarenakan data yang dikumpulkan oleh peneliti masih banyak yang samar atau kurang jelas dan dalam perhitungan Fuzzy ketidakjelasan data yang diperoleh bisa diperhitungkan sedangkan dengan metode perhitungan MADM biasa tidak bisa. Setelah diperoleh konsep kursi terbaik untuk stasiun kerja kerja bangku, maka konsep tersebut disimulasikan dengan Mannequin dan metode RULA untuk melihat apakah terjadi perubahan yang lebih baik dari yang ada sekarang. Nilai RULA yang lebih kecil menandakan adanya perbaikan terhadap resiko beban cedera yang lebih kecil pula. Pengukuran nilai RULA dilakukan pada saat sekarang dan setelah dilakukan perbaikan. Nilai RULA saat ini adalah 7 untuk tubuh bagian kiri dan 7 untuk tubuh bagian kanan, nilai 7 mengindikasikan bahwa stasiun kerja memiliki level resiko cedera kerja yang tinggi dan memerlukan perbaikan stasiun kerja secepatnya. Setelah dilakukan perbaikan didapatkan nilai RULA 3 untuk bagian kiri dan 3 untuk tubuh bagian kanan, nilai 3 mengindikasikan bahwa stasiun kerja memiliki level resiko cedera kerja yang sangat rendah tetapi masih diperlukan penelitian untuk waktu ke depan dengan kemungkinan perlunya perbaikan. Nilai total RULA stasiun kerja usulan lebih rendah daripada stasiun kerja saat ini. Hal tersebut mengindikasikan bahwa stasiun kerja usulan memberikan dampak untuk mengurangi level resiko cedera kerja.