// <![CDATA[USULAN RUTE KENDARAAN DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA SEQUENTIAL INSERTION. ( STUDI KASUS DI PT. COCA COLA BOTTLING INDONESIA ).]]> RATNA MUSTIKA / 13.2004.032 / TI Penulis 0410057301 - Fifi Herni Mustofa, S.T., M.T Dosen Pembimbing 1 0410126901 - Lisye Fitria, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 2
Dalam dunia industri, faktor distribusi memegang peranan penting. Hal ini dikarenakan distribusi merupakan jembatan yang menghubungkan produsen dengan konsumen. Tanpa proses distribusi, produsen tidak dapat menyalurkan produknya ke tangan konsumen atau dengan kata lain produsen tidak dapat memenuhi permintaan konsumen. PT.CCBI (Coca Cola Botling Indonesia) sebagai perusahaan yang memiliki market share yang luas merupakan perusahaan yang mementingkan kepuasan konsumennya. Namun dalam melayani permintaan konsumennya, PT.CCBI menghadapi permasalahan, yaitu kurang efektif dan efisiennya proses transportasi dan distribusi. Hal ini terjadi akibat kurang optimalnya pembentukan tour masing-masing kendaraan sehingga menyebabkan kurang optimalnya kapasitas angkut dan jumlah kendaraan distribusi. Kondisi inilah yang mengakibatkan PT.CCBI menginginkan adanya pembentukan tour yang lebih efektif dan efisien. Permasalahan seperti itu, sering disebut sebagai VRP (Vehicle Routing Problem). Terdapat dua metode yang dapat digunakan dalam pemecahan masalah VRP, yaitu metode optimisasi dan metode heuristic. Adapun metode heuristic yang digunakan untuk memecahkan permasalahan VRP diantaranya Genetic Algorithm, Tabu Search, Sequential Insertion Algorithm dan lain-lain. Namun dalam penelitian ini digunakan metode algoritma sequential insertion. Karena algoritma ini sangat cepat dalam memberikan solusi, mudah untuk diimplementasikan, dan mudah dikembangkan untuk menangani pembatas-pembatas yang sulit. Proses pertama pemecahan masalah tersebut adalah dengan pembentukan area base baru, kemudian perhitungan jarak dari depot ke outlet dan antar outlet menggunakan software Google Earth. Dari hasil perhitungan jarak tersebut, dibentuk tour baru yang merupakan tujuan kendaraan distribusi berdasarkan jarak terdekat dari depot dengan mempertimbangkan kapasitas angkut maksimal kendaraan distribusi dan horizon perencanaan. Dari hasil tersebut, kemudian dilakukan analisis meliputi perbandingan jumlah area base sebelum dan sesudah pengelompokkan, perbandingan kapasitas angkut sebelum dan sesudah pembentukan tour baru, perbandingan jumlah penggunaan kendaraan distribusi sebelum dan sesudah pembentukan tour baru dan perbandingan penggunaan waktu dan jarak sebelum dan sesudah pembentukan tour baru.